Doli Indra Ingatkan Generasi Muda Soal Nasionalisme di Era Digital

oleh
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, H. Doli Indra Rangkuti, SE saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Minggu (9/8/2026).

POSMETRO MEDAN – Di tengah derasnya arus budaya populer, media sosial dan tren global, pertanyaan tentang masih kuat atau tidaknya pemahaman generasi muda terhadap Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi perhatian serius.

Hal tersebut disampaikan saat Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, H. Doli Indra Rangkuti, SE di Jalan Ngalengko No. 1, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, serta Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Minggu (9/8/2026).

Disampaikannya, Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat kembali sejauh mana nilai-nilai Pancasila masih menjadi pegangan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA..  Harga Pertamax Turun, Honda Tetap Fokus Hadirkan Pengalaman Berkendara Terbaik

Doli menilai perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Namun, di sisi lain, derasnya informasi dan pengaruh budaya dari berbagai belahan dunia juga membawa tantangan tersendiri terhadap karakter dan identitas kebangsaan.

“Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat berkomunikasi, tetapi juga menjadi ruang masuknya berbagai nilai, gaya hidup dan budaya populer yang dikonsumsi generasi muda setiap hari, ” ungkapnya.

Disampaikannya, jika tidak dibarengi dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang kuat, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membuat sebagian generasi muda semakin jauh dari nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

BACA JUGA..  DPRD Minta Pemko Atasi Kemacetan Menuju Medan Zoo

“Pancasila, tidak boleh berhenti sebagai materi pelajaran atau slogan dalam kegiatan seremonial. Nilai-nilainya harus hadir dalam kehidupan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, menghormati sesama hingga menjaga persatuan, ” harapnya.

Disampaikannya, Generasi muda juga harus memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial. Hoaks, ujaran kebencian, provokasi dan konten yang mempertentangkan kelompok masyarakat dapat menjadi ancaman terhadap persatuan apabila dikonsumsi tanpa sikap kritis.

“Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dinilai tidak cukup dilakukan melalui pendekatan formal. Pemerintah dan lembaga terkait perlu menggunakan cara yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, termasuk memanfaatkan media sosial dan platform digital, ” katanya.

BACA JUGA..  Pemko Medan Sosialisasi Permendagri No. 2 Tahun 2026

Bang Haji, sapaan akrab H. Doli, berharap generasi muda Kota Medan dapat menjadi generasi yang terbuka terhadap perkembangan dunia, namun tetap memiliki karakter dan identitas kebangsaan yang kuat.

“Menjaga nasionalisme di era digital bukan berarti menolak budaya asing atau perkembangan teknologi. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan memilih, menyaring dan mengambil hal-hal positif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor: Ali Amrizal