POSMETRO MEDAN – Mandor perkebunan kelapa sawit warga Dusun C1, Desa PIR ADB, Kec. Besitang, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan hulu sungai Besitang, Kamis (11/6/2026) petang.
Saat ditemukan, korban masih menggunakan sepatu boots karet berwarna kuning di sebelah kaki kanan, tali pinggang berwarna hitam, baju kaos, dan celana panjang berwarna gelap.
Warga mengevakuasi mayat korban dengan menggunakan tali nilon, kemudian ditarik ke pinggiran sungai. Warga terkejut saat melihat mayat dalam kondisi leher terikat tali yang digantung satu karung plastik berisikan batu.
Peristiwa kematian yang tidak wajar ini sontak menggemparkan warga Besitang, khususnya warga Desa PIR ADB. Berbagai spekulasi tentang penyebab kematian tak wajar pria ini bermunculan di tengah masyarakat.
Kepala Desa PIR ADB, Ilham Bakti, mengatakan, korban bernama Dedi berusia sekitar 45 tahun. “Pria ini bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit PIR,” kata Kades.
Ditanya apakah selama ini korban memiliki musuh atau pernah terlibat pertengkaran dengan seseorang, Ilham, mengaku bahwa ia sama sekali tidak mengetahuinya. “Soal itu saya tidak tahu,” ujarnya.
Begitu mendapat informasi adanya temuan mayat, sejumlah personil Polsek Besitang segera meluncur ke tempat kejadian peristiwa guna melakukan penyelidikan.
Kapolsek Besitang AKP Abed S Kalit melalui Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah mengatakan, kematian kerani kebun ini diduga akibat bunuh diri dengan cara melompat ke dalam lubuk sungai sedalam sekitar 15 meter.
Korban, katanya, mengikat lehernya dengan tali dan menggantungkan karung berisi batu. “Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” ujarnya sembari menambahkan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
Menurut keterangan, seperti biasa, korban pada pergi harinya berangkat dari rumah menuju lokasi kebun tempatnya bekerja. Namun, sekitar pukul 15:00 WIB, rekan-rekan kerjanya tidak ada melihat keberadaan korban.
Kemudian, pada sore itu juga rekan-rekan korban melakukan upaya pencarian dan korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di sungai. (bbs)












