Kakek Miskin Tertahan 2 Hari Di RSUD Amri Tambunan, Meninggal Dunia di Panti Sosial

oleh
Almarhum Nurdin Lubis saat disemayamkan di Rumah Lansia Bahagia, Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa.

POSMETRO MEDAN – Nurdin Lubis (84) Kakek Miskin sebatang kara yang sebelumnya pasien Lanjut Usia (Lansia) yang diduga sempat tertahan selama dua hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan dikarenakan tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Kini telah meninggal dunia di Panti Sosial, Rumah Lansia Bahagia, Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (14/5/2026) sore.

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Yayasan Rumah Lansia Bahagia Alika melalui unggahan _alika26_ dalam Instagram Story (SG) nya.

“Telah meninggal dunia Opung Lubis hari ini jam 3 sore kurang tadi. Opung Lubis dirawat Rumah Lansia Bahagia hampir 1 tahun,” tulis Alika.

Alika ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan postingannya. Katanya Nurdin Lubis tidak sempat dilarikan ke Rumah Sakit lagi dan meninggal dunia sekitar pukul 15:00 WIB. “Nggak (sempat dilarikan), gak lama sakaratul mautnya. Begitu sesak-sesak, meninggal dunia,” katanya.

BACA JUGA..  Polisi Tangkap Geng Motor Bersajam Sedang Tawuran di Tanjung Morawa

Alika mengatakan kakek Nurdin Lubis akan dimakamkan pada Jumat besok di Pemakaman Muslim Desa Desa Tanjung Baru.

“Dikebumikan besok sebelum Sholat Jumat di Pemakaman Muslim Desa Tanjung Baru,” sebutnya.

Sebelumnya kondisi Nurdin Lubis ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah _alika26_ dalam Instagram Story (SG) nya yang belum dapat pulang dikarenakan tidak mampu membayar biaya pengobatan.

“Masuk IGD sejak tanggal 6 Mei lalu dan harusnya sudah diperbolehkan pulang tanggal 11 lalu. Tapi biaya rumah sakitnya kakek belum bisa dilunasi. Kita tidak bisa memakai uang kas Rumah Lansia Bahagia dikarenakan kebutuhan makan 24 lansia perharinya dan kebutuhan Pampers 12 orang lansia stroke bergantung di uang kas,” tulis Alika.

“2 kwetansi ini yang sudah dibayar dengan uang kas Rumah Lansia Bahagia namun untuk tunggakan rumah sakit sebesar 3,4 juta masih menunggak,” katanya lagi.

BACA JUGA..  Koordinator PWPM dan Diskominfo Medan Perkuat Sinergi, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Wartawan

Alika mengakui, Nurdin Lubis semestinya pulang dari RSUD Amri Tambunan pada Senin (11/5/2026), namun baru dapat pulang setelah menyelesaikan biaya perobatan yang dananya dari donatur Yayasan Rumah Lansia Bahagia sebesar Rp 3,4 juta pada Rabu (13/5/2026).

“Karena biaya rumah sakitnya lumayan besar. Sedangkan kami gak bisa bayarkan pakai uang kas kami. Kami dilema, kalau kami bayarkan pakai uang kas kami 24 orang kawannya tidak makan, kan tidak mungkin. Tidak mungkin kami korbankan kawannya sebanyak itu kan,” kata Alika saat itu.

Peryataan Alika sempat dibantah Direktur RSUD Amri Tambunan dr Erlinda Yani, melalui Humas RSUD Amri Tambunan dr. Devi Sagala. Dia menyebut bahwa Nurdin Lubis pulang dari RSUD Amri Tambunan sesuai jadwal yaitu pada Senin (11/5/2026). “Hari Senin tanggal 11 sudah pulang, uda. Jadi siapa yang nahan,” katanya.

BACA JUGA..  Job Fair Pemkab Deliserdang Dipadati Ribuan Pengangguran

Saat sejumlah wartawan mendatangi panti sosial Yayasan Rumah Lansia Bahagia yang disambut Wakil Ketua Yayasan Rumah Lansia Bahagia Safrizal kembali mempertegas bahwa Nurdin Lubis pulang pada Rabu (13/5/2026) karena dirinya lah yang menjaga dan saat hari itu juga pulang bersama Nurdin Lubis.

Tidak hanya itu, Safrizal juga menyebut sempat meminta keringanan biaya mengingat status Nurdin yang merupakan lansia tanpa keluarga, namun pihak rumah sakit tetap mewajibkan pembayaran penuh.

“Sudah kita bilang nanti saya bayar, tapi dibilang tidak bisa. Tidak ada keringanan meski tinggal di Rumah Lansia,” ucapnya.

Peristiwa ini sungguh miris dimana warga miskin memang tidak boleh sakit.( Wan)

EDITOR : Putra