Proyek Bangunan Serba Guna Desa Aras Kabu Sarat Kejanggalan

oleh
Plank proyek

POSMETRO MEDAN– Pembangunan gedung serba guna di Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 ini diduga menyimpan kejanggalan dalam pelaksanaan dan pengelolaan dana.

Proyek yang mencantumkan pemasangan lantai dan plafon Gedung Serba Guna
dengan panjang bangunan 20 meter ini memiliki nilai anggaran Rp158.359.900. Namun, penggunaan anggaran tersebut kini mulai dipertanyakan masyarakat. Dugaan adanya penggelembungan dana atau mark-up mencuat, apalagi kondisi lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan nilai sebesar itu.

Ironisnya, ketika hendak dikonfirmasi, Kepala Desa Aras Kabu Abdu Rahman Ependi, disebut sudah lama jarang masuk kantor.
“Beliau sudah lama sakit,” ujar salah satu perangkat desa ketika ditemui wartawan.

Upaya meminta penjelasan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) pun tak membuahkan hasil. Saat didatangi ke kantor desa, Sekdes dikabarkan selalu rapat atau sedang keluar kantor. “Kalau soal anggaran, sudah tertera di papan informasi. Tapi kalau soal pengelolaan dana untuk pemasangan keramik dan plafon, kami tidak tahu. Itu bukan urusan kami,” lanjut salah satu staf desa yang enggan disebut namanya.

BACA JUGA..  Berkomitmen Terus Melaju “MengEMASkan Indonesia”, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah benar kepala desa sakit berkepanjangan atau memang sedang menghindari konfirmasi soal proyek tersebut? Dan mengapa Sekdes sebagai ujung tombak administrasi justru terkesan menghindar dari pertanggungjawaban publik?

Warga Desa Aras Kabu kecamatan Beringin berharap adanya transparansi dan audit menyeluruh terhadap proyek yang menelan dana ratusan juta ini. Mereka meminta inspektorat dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan memeriksa laporan penggunaan dana desa yang dinilai tidak jelas tersebut.

BACA JUGA..  Blackout Sumatera, APP Minta PLN Berikan Kompensasi kepada Warga Medan

Jangan sampai Dana Desa yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat, malah dijadikan ajang bancakan segelintir oknum.(rom)

EDITOR : Rahmad