Bantuan  untuk Beternak Lembu

oleh

POSMETRO MEDAN – Ratusan juta uang Pemerintah diberikan melalui Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang untuk membantu satu kelompok masyarakat di Desa Tanah Abang, Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang untuk beternak lembu diduga gaib.

Informasi dihimpun dari sumber warga Desa Tanah Abang menyebutkan bahwa bantuan kepada Kelompok Tani Desa Tanah Abang untuk beternak Lembu itu dilakukan tahun 2021 lalu.

Kemudian diberikan sebesar Rp 200. Juta dari dinas pertanian Kabupaten Deli Serdang yang disebutkan kalau bersumber dari bantuan kementerian terkait.

” Bantuan itu diberikan tahun 2021, berupa uang Rp 200 juta beli 8 ekor lembu dan membuat kandang,mesin pencacah rumput serta gudang penyimpanan makanan kepada kelompok tani yang dipilih kepala desa Tanah Abang Andi Faisal,” ucap warga Rabu, (4/6/2025).

BACA JUGA..  Ribuan Pohon Ditebang untuk BRT, Pemerintah Diminta Buka Data dan Anggaran Proyek

Tapi kini bukannya berkembang malah satu persatu menghilang diduga dijualin Kepala Desa, coba saja dicek ke kandangnya juga sudah jadi cafe tuak. Lembu yang ada itupun bukan punya desa lagi tapi titipan orang. Lembu desa bantuan itu diduga sudah dijual,”ungkapnya.

Saat dicek ke lapangan, penjaga lembu mengaku bernama Jarwo menyebutkan bahwa lembu yang ada di kandang milik Desa itu kini tinggal empat ekor itupun betina, dua induk dan dua lagi masih kecil.

” Untuk lembu jantan sudah dijual, saya cuma ngurus saja. Desa yang punya,” ucap Jarwo.

BACA JUGA..  Wabup Samosir Tekankan Kolaborasi dan Kreativitas Pengembangan Produk Unggulan UP2K PKK

Dugaan masyarakat terkait ternak lembu bantuan pemerintah dengan pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang itu tidak berkembang malah diduga dijualin itu kemungkinan benar.

Dimana mestinya dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat desa dalam program ketahanan pangan ternyata diduga disalahgunakan. Aparat penegak hukum harus mengusut ini.

Saat dikonfirmasi terkait ternak lembu bantuan Pemerintah yang diberikan dan dikelola pihak desa Tanah Abang, Kepala Desa Andi Faisal membantah kalau ia terlibat menjualin lembu bantuan tersebut.

” Saya tidak ada jualin lembu bantuan itu, siapa yang bilang saya terlibat. Ternak itu saya tak campuri itu urusan kelompok tani dan dinas pertanian yang di desa Jaharun,” kilah Kepala Desa.

BACA JUGA..  Pendaftaran Dibuka, AHM Best Student Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

Masalah dugaan penggelapan ternak lembu bantuan itu rupanya sebelumnya juga pernah masalah hanya beberapa bulan setelah mendapat bantuan.

Lima dari delapan ekor lembu yang dibeli sempat hilang dari kandang diduga sudah dijual, namun karena ketahuan ada yang meributi dan pihak dinas pertanian akan melakukan pengecekan.

Kemudian lembu dari mana ditaruh disitu saat petugas ngecek lembu dikandang kembali ada 8 ekor mesti sudah berbeda bentuk. Lalu setelah tak dicek lagi oleh dinas pertanian kelamaan lembu kembali menghilang.

 

Terkait hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang belum memberikan tanggapan terkait bantuan ternak lembu habiskan uang Rp 200 juta tak berkembang malah diduga digelapkan. (Tim)

EDITOR : Rahmad