Suriadi Aritonang Jantungan, Bupati Deli Serdang Tegaskan Tak Ada Ampun Pelaku Pungli Tenaga Honor

oleh
Bupati Deli Serdang memberikan ultimatum

POSMETRO MEDAN – Usai mencopot Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kurnia Boloni Sinaga diduga akibat terkait kasus pungli honor. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan mengambil alih apel perdana di halaman Kantor Damkar Deli Serdang sekaligus mengultimatum pejabat pejabat di Pemkab Deli Serdang. Rabu, 14/5/2025.

Penekanan dari Bupati membuat pelaksana sementara Kadis Damkar Deli Serdang Suriadi Aritonang Jantungan. Pasalnya, Suriadi kini juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan, sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP Deli Serdang yang juga banyak pegawai honornya.

Pungli masukkan pegawai honor memang rentan keterlibatan Kepala Dinas terkait maupun orang orang tertentu yang punya pengaruh seperti Anggota DPRD, oknum APH dan lainnya.

Bupati tidak akan menoleransi segala bentuk pungutan liar (pungli) yang di alamatkan kepada para tenaga honor. Pernyataan ini juga terkait dengan pergantian pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas PKP Deli Serdang.

BACA JUGA..  Lewat Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Eko Afrianta Ajak Warga Perkuat Semangat Gotong Royong

“Saya terangkan, pergantian itu terkait dengan pungutan liar terhadap honorer dan saya bersama Wakil Bupati (Lom Lom Suwondo SS) tidak menoleransi pungutan apapun terhadap tenaga kerja honorer,” tegas Bupati.

Khusus Personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang seharusnya berjuang untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat yang tertimpa musibah, sambung Bupati, harusnya orang-orang yang punya empati dan semangat. Namun, untuk menjadi anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan harus membayar, tentu semangat juang untuk masyarakat patut dipertanyakan.

“Ini bukan hanya untuk Dinas Damkar, tapi juga menjadi satu pesan bagi OPD lain. Jangan dimulai lagi soal pemungutan bagi tenaga honor. Saya ingin para pegawai, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN Damkar bekerja dengan baik. Saya ingin, Damkar menjadi garda terdepannya kabupaten ini, bahkan kalau bisa menjadi salah satu kesatuan yang betul-betul diidamkan masyarakat,” kata Bupati.

BACA JUGA..  Pemkab Tapanuli Utara Serahkan Santunan Korban Kebakaran Hutatinggi

Di momen itu, Bupati menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda), H Timur Tumanggor SSos MAP untuk menganggarkan baju tahan api di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deli Serdang

Untuk alat-alat pemadam kebakaran, Bupati memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKP untuk memeriksa ulang anggarannya.

“Jangan sampai terulang kejadian di Tanjung Morawa. Di situ pompanya mati, air yang mau diambil sulit dan mungkin baru kali ini Damkar dipukuli orang. Kejadian itu karena ketidaksiapan. kita tahunya hanya kerja, datang, teken absen, tunggu pimpinan, sore pulang. Kalau ada kegiatan, berangkat, dan itu mental pegawai, namun mental tersebut kita ubah,” papar Bupati.

Semua ASN maupun non ASN di Kabupaten Deli Serdang, kata Bupati lagi, harus mempunyai sifat menyayangi, yaitu menyayangi pekerjaan yang dijalani.

BACA JUGA..  Pesta Malam Berujung Penangkapan, 27 Pengunjung THM Positif Narkotika

“Jadi, kita harus bersyukur. Syukuri kondisi saat ini. Sayangi, cintai dan bela pekerjaan itu. Jangan dianggap pekerjaan tersebut pekerjaan sampingan,” pesan Bupati.

Bupati berharap, ke depannya tidak ada lagi ASN maupun non ASN yang tidak paham tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) kerjanya.

Bupati juga menyampaikan, pada apel tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan urine seluruh personel Damkar. “Saya menghubungi langsung RSUD Drs H Amri Tambunan dan ini tidak ada yang tahu,” ungkap Bupati.

Disebutkan, setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), giliran petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang akan mengikuti pelatihan di Komando Distrik Militer (Kodim) 0204/DS atau di tempat lain.

“Damkar secara fisik harus mumpuni, secara empati harus bisa humanis dan secara tekad, Anda harus punya semangat baja,” pungkas Bupati. ( Wan)

EDITOR : Rahmad