Terjadi di Sidikalang! Meninggal, Pasien Lakalantas Divonis Covid

oleh
Ilsutrasi

POSMETROMEDAN.com – Berserah kepada Tuhan! Hanya itu yang bisa dilakukan Bungaminta br Tarigan, ketika mengetahui suaminya meninggal dunia usai kecelakaan. Ngerinya lagi, pihak medis memvonis suaminya kena Covid.

Vonis tersebut sontak membuat Bungaminta histeris. Dia meronta-ronta dan mengamuk di RSUD Sidikalang. Dia tidak terima suaminya berinisial RL disebut kena COVID-19. Perempuan ini bersikeras, sang suami dalam kondisi sehat sebelumnya, dan tidak ada keluhan penyakit.

“Marlanggar amantangkku didongkon ho covid..Dang lakku be annon rumah sakitmon (kecelakaan suamiku kau bilang covid, tak laku lagi nanti rumah sakitmu ini),” kata Bungaminta sambil menangis seperti dilihat dalam video tersebut.

BACA JUGA..  Beredar Kabar Kajari dan Kasipidsus Sergai Diamankan Intel Kejagung

“Ago, Tuhan. Dang huantusi be on. Mulai nabodari, painte jo satongkin nai ninna. Mamereng ma ho Tuhan… (Ya Tuhan. Saya tidak mengerti lagi ini. Mulai tadi malam, tunggu dulu sebentar katanya. Lihatlah ini Tuhan),” teriak Bungaminta.

“Terusnya covid di obat-obatnya itu. Gitu meninggalnya dibilang covid. Waktu berobat tidak dibilang,” kata Bungaminta.

BACA JUGA..  Kejagung Geledah Kantor BGN

Berdasar informasi diperoleh wartawan, surat menyatakan positif COVID-19 ditandatangani dokter pelayanan patologi klinik laboratorium RSUD Sidikalang, ditandatangani oleh dr Pesalmen Saragih.

Kapolsek Sidikalang, AKP Sukamto Berutu dan Kasat Binmas, AKP Yan Ujung menerangkan, sang istri protes lantaran tidak terima karena disebut COVID-19.

Disebut, awalnya korban terlibat tabrakan di Panji Bako Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo, pada Sabtu (19/6/2021) malam. Selanjutnya oleh Satlantas Polres Dairi mengevakuasi korban ke RSUD Sidikalang.

“Waktu ditemukan, di bak mobil L 300 terdapat beberapa keranjang,” kata Sukamto.

BACA JUGA..  Malam Lebih Tenang, Brimob & Polrestabes Medan Patroli 

“Sehari-hari, pasangan suami ini ‘marrengge-rengge’ (jualan) ke luar kota. Yakni ke Merek, Tele dan lainnya. Mereka belanja barang dari Pasar Sidikalang,” katanya.

Di ruang instalasi gawat darurat, korban sempat ditangani diikuti swab antigen. Namun belakangan hasilnya positif COVID-19. “Keluarga tidak terima karena hasil swab antigennya positif,” kata Ujung.

Sementara itu, Camat Sidikalang, Robot Manullang menjelaskan, pengebumian korban harus dilakukan sesuai protokol penanganan COVID-19. (dns/ras)