SIANTAR | MU- pembangunan patung Raja Siantar Sang Naualuh Damanik, terancam dihentikan. Menyusul, Gabungan Masyarakat Islam Siantar, menyampaikan protes melalui Ketua DPRD Siantar Marulitua Hutapea, Rabu (21/11/2018) siang.
Perwakilan massa, H Eduard Lingga, mengutarakan, Lapangan H Adam Malik Kota Siantar, merupakan lokasi umum dan lazim dimanfaatkan ummat Islam untuk menunaikan Salat Idhul Adha dan Salat Idhul Fitri. Karena itu, tidak layak lapangan -alun-alun kota tersebut sebagai tempat pendirian patung. Eduard meminta, DPRD segera memindahkan lokasi pembangunan patung tersebut ke tempat lain.
“Maka kami meminta menghentikan segera pembangunan tugu Sang Naualuh tersebut dan memindahkan pembangunannya ke tempat lain. Tidak di atas tanah lapang H Adam Malik,” ujar Eduard.
Ketua DPRD Siantar Marulitua Hutapea, berjanji akan menyikapi tuntutan dan protes tersebut. Di hadapan delegasi massa Gabungan Masyarakat Islam Siantar, Marulitua langsung meminta Kadis PUPR menghentikan kegiatan pembangunan patung tersebut. “Kita akan panggil semua pihak terkait nanti,” papar Maruli yang menerima petisi massa yang meminta pembangunan patung dipindahkan ke lokasi lain.
Sementara Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kota Siantar, H M Ali Lubis, meminta agar persoalan itu segera diselesaikan dengan cara terbaik. “Nanti itu kita serahkan saja kepada Pemerintah Kota,” kata Ali Lubis.
Masih sambung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar, ini tentunya MUI berharap semua pihak saling enak. “Yang menerima pun enak, keluarga dari Raja Sang Naualuh pun enak,” tutup Ali.
Sejak dua pekan lalu, pembangunan patung Raja Sang Naualuh telah berjalan. Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, bahkan secara simbolik mengawali pembangunan patung Raja dengan peletakan batu pertama. Belum ada klarifikasi dari Pemko Siantar soal penghentian kegiatan pembangunan patung. Akan tetapi, hingga Rabu sore tak nampak kegiatan apa-apa di lokasi pembangunan patung tersebut. (Manson)












