Grand Final Fashion Budaya Indonesia 2026, Requeentcy Antonio Sinuraya Sabet Juara

oleh
Requeentcy Antonio Sinuraya sabet juara Fashion Budaya Indonesia 2026.

POSMETRO MEDAN – Di tengah gemerlap ajang mode di Hotel Karibia, Medan, pada 17-18 Oktober lalu, langkah seorang anak berparas cantik justru mencuri perhatian.

Requeentcy Antonio Sinuraya, bocah enam tahun, tampil percaya diri di runway dan pulang membawa sederet gelar bergengsi dari ajang mode Icon Fashion Budaya Indonesia 2026.

Usianya masih sangat belia. Tetapi keberaniannya berdiri di arena tersebut menunjukkan kematangan yang jauh melampaui usianya.

BACA JUGA..  Seorang Maling Diringkus, Penadah Diburu! Kerugian Rp20 Juta

Rocky Antonio Sinuraya dan Ernawati Boru Hutagalung, orang tua Queen, tersenyum puas. Tokoh pemuda itu mengatakan, Queen tampil dalam ajang fashion untuk kali pertama.

Founder Icon Fashion ini Susanti Sinaga menyebut, ajang tersebut diikuti sekitar puluhan finalis dari berbagai daerah yang terpilih untuk mewakili talenta terbaik di bidang fashion anak.

Di antara puluhan peserta tersebut, Queen justru tampil paling menonjol. Langkahnya matang, ekspresinya terkontrol dan rasa percaya dirinya nyaris tanpa cela.

BACA JUGA..  Dua Pria Diciduk dalam GSN, Timbangan Digital Ikut Disita

Busana yang dikenakan siswi Prime One School itu juga seolah menyatu dengan karakternya di atas runway.

Sejak awal, namanya mulai sering disebut oleh penonton dan juri. Setiap langkahnya terlihat mantap, seolah ia benar-benar memahami apa yang harus dilakukan di atas panggung besar.

Puncaknya, Queen berhasil memborong penghargaan. “Si Boru (Queen) a winner,” kata sang ayah, Rocky yang juga seorang tokoh pemuda Sumatera Utara itu.

BACA JUGA..  Ketum Parpol Berhak PAW Dewan Penandatangan Mosi Tidak Percaya, Pujakesuma Soroti Partai Pemilik Kursi Pimpinan DPRD Deliserdang

“Banyak anak yang bagus secara teknik, tapi Queen punya mental tampil yang kuat. Dan terlihat menikmati setiap langkahnya,” timpal sang Ibu, Ernawati.

Mental tampil yang kuat itu terlihat jelas. Di saat banyak anak seusianya mungkin masih gugup berdiri di depan orang banyak.

Ia justru mampu menikmati setiap momen di atas panggung. Ia tidak terlihat terbebani oleh suasana kompetisi, tetapi menjadikannya sebagai ruang untuk mengekspresikan diri. (*)

Editor: Ali Amrizal