Sopir Angkot Ditodong, Penumpang Wanita Lompat Selamatkan Diri

oleh
oleh
Angkot tempat kawanan rampok beraksi dan menggasak ponsel dua ponsel penumpang wanita.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Medan kembali diguncang aksi kriminal brutal di siang hari. Sebuah angkutan kota (angkot) Morina 81 dengan nomor polisi BK 1191 UC menjadi lokasi perampokan bersenjata tajam saat melintas di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (7/4/2026).

Peristiwa ini bukan sekadar pencurian biasa—melainkan aksi terorganisir yang menebar teror di dalam kendaraan umum. Sopir angkot ditodong senjata tajam, sementara tiga penumpang wanita menjadi sasaran utama kawanan pelaku.

Salah satu korban, Julia Pratiwi, menceritakan detik-detik menegangkan saat kejadian. Ia naik angkot dari Simpang Kota Bangun untuk berangkat kerja. Saat itu, di dalam kendaraan terdapat lima penumpang lain—tiga pria dan dua perempuan.

BACA JUGA..  Perkuat Sinergi Keamanan Wilayah, Dansub Denpom I/5-1 Belawan Jalin Silaturahmi dengan Pengurus KBB

Namun suasana berubah drastis ketika dua pria turun secara bergantian. Tak lama setelah itu, pelaku yang tersisa langsung melancarkan aksinya.

Dengan parang di tangan, pelaku mengancam sopir agar terus melaju kencang. Tidak berhenti di situ, ia mulai menargetkan penumpang perempuan satu per satu.

“Pelaku langsung mengancam sopir, disuruh ngebut. Lalu dia mengancam perempuan di dekat pintu, dan korban itu menyerahkan handphonenya,” ujar Julia.

BACA JUGA..  Masyarakat Minta Sekda Tebingtinggi Diperiksa, Diduga Korupsi Bappeda

Situasi memanas ketika salah satu korban perempuan mencoba melawan. Ia berteriak dan sempat terlibat perkelahian dengan pelaku. Dalam kekacauan itu, korban berhasil mempertahankan barangnya meski nyaris menjadi korban perampokan.

Namun ketegangan belum berakhir. Penumpang lain, termasuk seorang pria, memilih langkah ekstrem: melompat dari angkot yang masih melaju.

Julia sendiri akhirnya menyerahkan handphonenya setelah diancam dengan parang. Tak lama, ia ikut melompat demi menyelamatkan diri.

“Saya lompat bersama bapak itu. Setelah kami semua turun, angkot langsung melaju kencang,” katanya.

BACA JUGA..  Miris ! Ribuan Guru P3K Paruh Waktu Di Deliserdang Tak Terima Gaji

Akibat aksi nekat tersebut, Julia mengalami luka-luka dan cedera di kaki. Sementara korban lainnya, Novianti Forman Tampubolon, juga mengalami luka setelah sempat melawan pelaku.

Dari kejadian ini, dua korban dilaporkan kehilangan total tiga unit handphone. Para korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor laporan LP/B/326/IV/2026.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa angkot yang digunakan dalam aksi tersebut telah ditemukan di kawasan Amplas. Namun hingga kini, keberadaan sopir dan para pelaku masih belum diketahui.(bbs)

EDITOR: Hiras