Mesin Kapal Meledak, 3 ABK Tewas, 5 Hilang

oleh
oleh
Proses evakuasi para korban kapal terbakar.

POSMETRO MEDAN – Kapal ikan KM Indah Sakti terbakar diperairan Belawan akibat mesin meledak. Tiga orang dilaporkan tewas, sedangkan 5 lainnya hilang.

Kapal ikan nelayan jenis pukat teri asal Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan, ini terbakar usai menangkap ikan di perairan Belawan pada Selasa (7/4/2026) sekira pukul 02.00 WIB.

Menurut informasi, kapal ikan jenis pukat teri tersebut hendak menuju kebangkitan di Pelabuhan Gabion Belawan.

Sementara para ABK kapalnya sedang beristirahat karena kelelahan usai berjerja. Namun secara mendadak kamar mesin meledak dan membakar AKB kapal bersama muatannya.

BACA JUGA..  Kejari Karo Turun ke Sekolah, Gerakan Antikorupsi Dimulai dari Bangku Pendidikan

ABK kapal ikan tersebut sebanyak 21 orang dan berhasil diselamatkan sebanyak 13 orang, 3 tewas dan 5 orang dinyatakan hilang.

Berdasarkan keterangan nelayan, KM Indah Sakti sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan pada Senin (6/4/2026) sore untuk menangkap ikan teri di laut. Setibanya di lokasi, para ABK menurunkan pukat dan melakukan aktivitas penangkapan seperti biasa.

BACA JUGA..  Grand Max Ditabrak Kereta Api, Lansia Tewas

Beberapa jam kemudian, saat seluruh ABK beristirahat, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari dalam kamar mesin yang berasal dari turbo mesin induk. Ledakan tersebut langsung memicu kebakaran hebat yang melalap seluruh kapal.

Kapal nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, termasuk KM Mandiri, segera memberikan pertolongan. Sebanyak 13 nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan lima lainnya masih dinyatakan hilang.

BACA JUGA..  Sejoli Ketangkap Live Streaming Konten Pornografi di Hotel

Setelah proses evakuasi, KM Mandiri membawa para korban menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di PPS Belawan. Kapal tersebut tiba sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa korban selamat dan korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kebakaran maupun upaya pencarian terhadap lima nelayan yang masih hilang.(mtc)