Warga Hadang Rombongan Bupati, Jalan Rusak Bertahun-tahun Picu Kemarahan

oleh
Warga hadang rombongan Bupati Deli Serdang.(GUNAWAN/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Kemarahan warga akhirnya meledak. Sejumlah warga nekat menghadang iring-iringan mobil rombongan Bupati Deli Serdang saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan STM Hulu, Selasa (3/3/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Peristiwa itu terjadi di Desa Durin Tinggung, Kecamatan STM Hulu, ketika rombongan Bupati Asri Ludin Tambunan melintas dalam perjalanan dari Lubuk Pakam menuju Desa Liang Pematang. Jalan yang dilalui mendadak diblokir warga menggunakan sepeda motor trail yang diparkir melintang di badan jalan, membuat kendaraan rombongan tak dapat melintas.

Situasi sempat memanas dan nyaris berujung bentrok antara warga dengan sejumlah pegawai pemerintah daerah yang mengawal rombongan bupati.

Aksi penghadangan tersebut merupakan bentuk protes warga atas kondisi jalan sepanjang lebih dari lima kilometer yang rusak berat dan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga menilai pemerintah selama ini tidak menunjukkan kepedulian serius terhadap persoalan infrastruktur di wilayah mereka.

BACA JUGA..  Pilkades Panas, Kantor Camat Bangun Purba Dikepung Massa

Mengetahui perjalanan rombongannya terhenti, Bupati Asri Ludin Tambunan turun dari mobil untuk menemui dua pemuda yang menghadang jalan. Keduanya terlihat mengenakan atribut organisasi masyarakat berbeda. Salah satunya mengibarkan bendera Merah Putih, sementara yang lain membawa miniatur lambang burung Garuda.

Namun pertemuan itu berlangsung tegang. Adu mulut tak terhindarkan ketika warga bersikeras menuntut penjelasan terkait kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama.

Di tengah suasana yang memanas, sejumlah pegawai Pemkab Deli Serdang serta aparat kecamatan berusaha menenangkan kedua pemuda tersebut agar tidak terus menghalangi jalan.

Bupati Asri Ludin Tambunan menjelaskan bahwa ruas jalan yang dipersoalkan warga merupakan jalan dengan status kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bukan pemerintah kabupaten.

BACA JUGA..  Penghargaan Nasional Diterima Bupati Langkat dari Kemendikdasmen

Penjelasan itu tidak serta-merta meredakan emosi warga. Perdebatan sengit sempat terjadi hingga salah seorang warga melepas bajunya dan menantang pegawai yang berada di lokasi untuk berduel, membuat aparat semakin kesulitan mengendalikan keadaan.

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Bupati akhirnya kembali masuk ke dalam mobilnya. Setelah ketegangan mereda, rombongan bupati melanjutkan perjalanan.

Persoalan jalan rusak di Kabupaten Deli Serdang memang menjadi keluhan lama masyarakat. Selain ruas jalan provinsi dan jalan lintas Sumatera yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sejumlah jalan kabupaten di beberapa kecamatan juga dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Di Kecamatan Percut Sei Tuan misalnya, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak namun belum mendapat perbaikan.

BACA JUGA..  THM Helen's Medan Dirazia Tim Gabungan

Sebagian masyarakat menilai pemerintah daerah lebih memprioritaskan proyek renovasi gedung dan kegiatan yang dianggap tidak mendesak dibandingkan perbaikan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar, mengatakan bahwa ruas jalan yang diprotes warga memang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Kami sudah berulang kali melaporkan kondisi sejumlah ruas jalan tersebut kepada Pemprov. Namun sampai sekarang belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan,” ujarnya.

Aksi penghadangan warga ini pun viral di media sosial setelah video kejadian tersebut tersebar luas. Banyak warganet menilai insiden tersebut menjadi gambaran nyata kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan kerusakan infrastruktur di daerah.(*)

REPORTER: Gunawan

EDITOR: Putra