Warga Dalihan Natolu Resah, Aktivitas Galian Tanah Diminta Segera Ditutup

oleh
Aktivitas truk galian tanah resahkan warga.

POSMETRO MEDAN – Aktivitas pengambilan tanah yang berasal dari wilayah Desa Natolu Tali dan diangkut menuju kawasan Desa Dalihan Natolu menuai keluhan dari masyarakat setempat. Warga mengaku resah dengan keberadaan galian tersebut karena dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kegiatan galian tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Truk pengangkut tanah terlihat hilir mudik melintasi jalan desa dengan kecepatan tinggi karena diduga mengejar target pekerjaan.
Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi debu. Penyiraman air untuk mengurangi debu disebut jarang dilakukan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalan yang dilalui truk.

BACA JUGA..  Transformasi Digital Ditekankan Tingkatkan Layanan Kependudukan Langkat

Perwakilan LSM Sergap yang turun langsung ke lokasi turut meminta keterangan dari sejumlah warga. Dari hasil perbincangan tersebut diketahui bahwa masyarakat sebenarnya keberatan dengan aktivitas galian yang berada di kawasan Desa Dalihan Natolu.
Namun, sebagian warga mengaku tidak berani menyampaikan protes secara langsung kepada pihak pengusaha. Mereka menyebut pengusaha yang menjalankan aktivitas tersebut dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan finansial besar.

BACA JUGA..  Musrenbang Kecamatan Borbor Hasilkan 142 Usulan Kecamatan Nassau 42 Usulan

“Kami sebenarnya merasa terganggu. Truk lewat kencang dan debu sangat banyak, sementara penyiraman hampir tidak pernah dilakukan,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga mempertanyakan izin dari kegiatan pengambilan tanah tersebut. Menurut informasi yang diterima di lapangan, aktivitas itu diduga belum memiliki izin yang jelas.

Pihak LSM Sergap menyampaikan bahwa mereka telah menghubungi Kepala Desa terkait persoalan ini. Dari hasil komunikasi tersebut, kepala desa menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Bahkan disebutkan bahwa pemerintah desa sebelumnya belum mengetahui adanya aktivitas galian tersebut.

BACA JUGA..  Aliansi Umat Islam Turun ke Jalan, Desak Aturan Daging Nonhalal Ditegakkan

Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada Kapolsek setempat agar aktivitas tersebut dapat segera diperiksa dan ditertibkan apabila terbukti tidak memiliki izin.
Masyarakat Desa Dalihan Natolu berharap pemerintah desa dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dengan menutup aktivitas galian tersebut demi menjaga ketertiban, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan warga sekitar.DM

EDITOR : Putra