POSMETRO MEDAN – Suasana pagi yang biasanya tenang di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, berubah menjadi duka mendalam, Senin (30/3/2026).
Sebuah keluarga harus menerima kenyataan pahit setelah Putra Junius Sidabutar (15) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya sendiri.
Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh sang ayah, Tunggul Sidabutar. Sekitar pukul 05.30 WIB, ia mendapati putranya dalam posisi mengenaskan.
Teriakan histerisnya memecah kesunyian pagi, memanggil anggota keluarga lain yang langsung bergegas menuju sumber suara.
Ibu dan adik korban yang berada di ruang tamu sontak panik melihat kondisi tersebut.
Sang adik kemudian berlari ke perkampungan untuk meminta pertolongan warga, sementara suasana rumah berubah menjadi penuh tangis dan kepanikan.
Pihak kepolisian dari Polsek Simanindo yang menerima laporan segera turun ke lokasi.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan seutas tali rafia berwarna hitam yang diduga digunakan korban.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Korban dinyatakan telah meninggal dunia saat ditemukan. Jenazah kemudian dipindahkan ke ruang tamu dan diselimuti ulos oleh keluarga, sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Di balik peristiwa ini, tersimpan kisah sunyi seorang remaja yang selama ini dikenal pendiam dan tertutup.
Menurut keterangan ayahnya, Putra tidak pernah mengungkapkan perasaan atau persoalan yang mungkin sedang dihadapinya.
Keputusan keluarga untuk menolak autopsi membuat proses penyelidikan tidak berlanjut lebih jauh. Jenazah pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa tidak semua luka terlihat, dan tidak semua beban terucap. Di balik diamnya seseorang, bisa tersimpan pergulatan yang tak pernah diketahui orang lain.
Editor : Oki Budiman












