POSMETRO MEDAN – Kolam bekas galian C di Kecamatan Batang Kuis kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda bernama Ibnu Kholid (23) ditemukan tewas tenggelam di lokasi tersebut, Minggu (15/3/2026).
Korban diketahui merupakan warga Dusun III, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, dan juga tercatat berdomisili di Dusun X, Gang Wijaya Kesuma, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Peristiwa tragis itu bermula saat korban datang ke lokasi kolam bekas galian bersama adik kandungnya dan dua orang rekannya. Setibanya di sana, mereka memutuskan mandi di kolam tersebut tanpa melepas pakaian.
Namun situasi berubah ketika Ibnu berjalan menuju bagian tengah kolam yang diketahui cukup dalam. Salah seorang rekannya, Diki, sempat memperingatkan korban agar tidak melanjutkan langkahnya ke arah tengah kolam.
Peringatan itu tak diindahkan. Tak lama berselang, korban tiba-tiba tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan. Menyadari kejadian itu, adik korban bersama dua rekannya segera keluar dari kolam dan berlari meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang mendapat informasi langsung berdatangan ke lokasi. Bersama personel Polsek Batang Kuis, Polresta Deli Serdang, mereka melakukan pencarian terhadap korban.
Beberapa saat kemudian, tubuh Ibnu akhirnya berhasil ditemukan di dalam kolam. Korban segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Batang Kuis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kapolsek Batang Kuis AKP Salija, didampingi Kanit Reskrim Ipda Tabiul Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, korban ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di bekas kolam galian C. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Tragedi ini kembali menyoroti bahaya kolam bekas galian C yang banyak tersebar di wilayah Deli Serdang. Selain kedalamannya tidak terukur, dasar kolam juga sering tidak rata dan sulit diprediksi, sehingga sangat berisiko bagi warga yang nekat mandi atau berenang di lokasi tersebut.(*)
REPORTER: Gunawan
EDITOR: Hiras Budiman












