Di balik layar ekosistem On-Demand Grab Indonesia, Pilihan, Partisipasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Digital

oleh
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia menyampaikan paparan mengenai realitas Mitra Pengemudi di Grab Indonesia di acara “Memahami Dinamika Sektor Platform Digital Melalui Ekosistem Grab” di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

POSMETRO MEDAN – Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

Perkembangan ini tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi konsumen, tetapi sekaligus membuka akses peluang penghasilan bagi jutaan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Model berusaha berbasis platform memungkinkan individu untuk tetap produktif tanpa harus terikat dalam hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap, atau dikenal dengan istilah gig economy.

Dalam ekosistem Grab Indonesia sendiri, profil mitra mencerminkan fungsi platform sebagai akses ekonomi yang terbuka dan inklusif. Sekitar 1 dari 2 mitra pengemudi sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki sumber pendapatan. Lebih dari 50% mitra berusia di atas 36 tahun, dengan mayoritas berlatar belakang pendidikan terakhir SMA atau SMK.

Tercatat sekitar 182.500 Mitra Pengemudi perempuan terdaftar, dengan banyak di antaranya ibu tunggal sekaligus tulang punggung keluarga. Selain itu, lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas juga terdaftar dalam platform

Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total Mitra Pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah Mitra Pengemudi yang paling tidak menyelesaikan satu kali orderan di bulan berjalan sekitar 700-800 ribuan Mitra Pengemudi atau sekitar 19-22% (baik Mitra Roda 2 maupun Mitra Roda 4) dari keseluruhan.

BACA JUGA..  Jukir di Medan Tidak Fasilitasi Pembayaran Parkir Melalui Q-RIS

Mayoritas mitra juga memanfaatkan platform sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80% Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan sampingan.

Pola ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi yang adaptif, memungkinkan individu menentukan sendiri tingkat keterlibatan sesuai kebutuhan ekonomi dan situasi hidupnya.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan, “Komposisi Mitra Pengemudi Roda 2 dan Roda 4 di ekosistem Grab Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama.

Tingkat produktivitas ini pun dinamis dan dapat berbeda setiap bulan, menyesuaikan dengan fase kehidupan serta kondisi masing-masing. Inilah wajah nyata gig economy di Indonesia: ruang penghasilan yang hadir sesuai kebutuhan, yaitu menjadi nafkah utama bagi sebagian dan penghasilan sampingan bagi kebanyakan.

“Seiap kebijakan, dukungan, dan apresiasi yang kami berikan selalu didasarkan pada tingkat produktivitas mitra. Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional,” ujarnya.

Mitra yang narik dan konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya narik sesekali. Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan adanya sistem yang adil, utamanya bagi mereka yang berkontribusi lebih dalam ekosistem.”

BACA JUGA..  Pembobol Cafe Sean Ditangkap Polisi di Bantaran Sungai Ular

Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal. Selaras dengan komitmen tiga babak “Grab untuk Indonesia”, yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu, khususnya Babak 2: Memberi Makna, berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan

“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para Mitra Pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama. Melalui program ‘Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis’, Grab menyediakan 105 paket umrah sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan dan perjuangan mereka,” ujar Neneng Goenadi.

Inisiatif ini dimulai dengan penyerahan paket umrah gratis kepada 5 Mitra Pengemudi yang menginspirasi dan berprestasi yaitu Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dan bagian dari Komunitas Mitra Tuli Grab;  Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit.

Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil;  Syamsudin, yang sejak 2017 terus berjuang menafkahi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik; serta Bapak Yunus, yang naik kelas dari GrabBike ke GrabCar Premium dan meningkatkan ekonomi keluarganya.

BACA JUGA..  Tabrakan Sepeda Motor di Perbaungan, Tiga Orang Luka

Selanjutnya, Grab akan memberikan 100 paket umrah gratis kepada Mitra Pengemudi berprestasi lainnya. Inisiatif ini menjadi tanda kasih Grab untuk Mitra Pengemudi atas dedikasi mereka sekaligus penyemangat untuk terus melangkah dan menginspirasi dalam perjalanan panjang membangun ekonomi digital yang inklusif.

“Saya jujur kaget dan tidak pernah menyangka perjalanan saya bersama Grab bisa sampai di titik ini. Saya merasa mendapatkan kesempatan yang berharga. Bagi saya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini. Apresiasi ini memberi semangat baru bagi saya untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus melangkah,” jelas Bapak Syamsudin, Mitra Pengemudi Grab yang mendapatkan umrah gratis.

Ekosistem on-demand telah menjadi ruang harapan membuka akses, menghadirkan peluang, dan membantu jutaan masyarakat Indonesia melangkah lebih mandiri.

Dengan menjaga fleksibilitas yang adil dan proporsional, Grab ingin memastikan setiap pertumbuhan yang terjadi juga terasa dalam kehidupan para mitra dan keluarganya. Ke depan, komitmen ini akan terus dijaga agar ekonomi digital Indonesia tidak hanya bertumbuh, tetapi juga semakin inklusif, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi banyak orang. (ril)

Editor: Ali Amrizal