Kematian Kapten Kapal Ferry Kaldera Toba Dinyatakan Murni Bunuh Diri

oleh
Jelaskan kematian korban.

POSMETRO MEDAN – Kematian Kapten Kapal Ferry Kaldera Toba, Tunggul Simanjuntak akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan hasil visum luar yang diterima Tim Inafis Polres Toba dari dokter RSUD Porsea, kematian Tunggul Simanjuntak dinyatakan murni karena bunuh diri.

Kanit Identifikasi Polres Toba, Bripka Fridoroni Sitorus memberitahukan kepada pihak keluarga korban hasil visum luar yang dilakukan Tim Media RSUD Porsea.

“Tadi sudah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter forensik langsung, Dokter Simatupang dan sudah sama-sama didampingi oleh keluarga. Dari hasil pemeriksaan luar bahwasanya tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Memang ada di bagian kaki itu seperti bekas memar, menurut dokter itu karena masalah kesehatan alergi, dan pihak keluarga sudah membenarkan ada penyakitnya itu,” tutur Fridoroni Sitorus.

BACA JUGA..  Objek Wisata Tangkahan Makan Korban, Mahasiswa Tewas Tenggelam

“Terkait hasil visum ini kami meminta agar pihak keluarga segera menyampaikan kepada istri dan anak-anak korban, supaya mereka tau ambil tindakan selanjutnya,” ujar Fridoroni kepada keluarga almarhum yang hadir di RSUD Porsea.

Tak lama kemudian, dikonfirmasi oleh adik korban atas nama Sahata Simanjuntak, keluarga, baik istri dan anak-anak almarhum sudah terima atas kematian korban dan sudah membuat surat pernyataan.

BACA JUGA..  Gagal Kabur, Mantan Polisi Meninggal di Sel Isolasi Lapas

“Untuk selanjutnya, almarhum akan dibawa ke kampung halamannya di Sipahutar,” tukas Fridoroni Sitorus.

Sebelumnya, Kapten Kapal Ferry Kaldera Toba, Tunggul Simanjuntak, 52, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan selimut tipis melingkar di leher. Korban pertama sekali ditemukan kru kapal bernama Pradipta Marbun, 32, di bagian ramp door kapal Kaldera Toba, Jumat (20/02/2026) sekira pukul 14.00 Wib.

BACA JUGA..  Panik ! Betor Terbakar di SPBU Galang

Kematian Kapten kapal ini sontak membuat gempar pasar Balige. Warga seketika memenuhi pelabuhan Muliaraja Napitupulu Balige, dimana lokasi pelabuhan merupakan pasar tradisional yang berlangsung setiap hari Jumat. Pengawasan ketat dilakukan, warga yang tak berkepentingan dilarang masuk ke dalam deck kapal sampai proses evakuasi selesai dilakukan.

Warga mulai membubarkan diri setelah jenazah sang kapten dibawa menggunakan ambunlans untuk dilakukan visum luar di RSUD Porsea. Dm

EDITOR : Putra