SMKN 1 Perbaungan Diduga Sarat Masalah, Kepsek Mangkir dan Enggan Dikonfirmasi

oleh
SMKN 1 Perbaungan.

POSMETRO MEDAN – Dugaan buruknya tata kelola dan kepemimpinan di SMK Negeri 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, semakin mencuat.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Medan – Tebing Tinggi KM 42, Perbaungan ini diduga jauh dari pengawasan dan pembinaan yang semestinya.

Ketika wartawan melakukan konfirmasi pada Senin (1/12/2025), satpam sekolah awalnya meminta untuk mengisi buku tamu. Setelah itu wartawan diarahkan ke ruang Tata Usaha. Namun anehnya, pegawai Tata Usaha enggan menyebutkan nama dan keberadaan Kepala Sekolah Asril Siregar, padahal nama tersebut tercatat resmi sebagai Kepsek SMK N 1 Perbaungan.

BACA JUGA..  PTPN I Regional 1 Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjir Deli Serdang dan Langkat

Lebih mengejutkan, seluruh jajaran pimpinan sekolah termasuk Wakil Kepala Sekolah disebut tidak berada di tempat. “Yang ada cuma guru-guru sama pegawai TU,” ujar salah satu staf TU tanpa mau menyebut identitasnya.
Padahal sekolah ini memiliki kurang lebih 700 siswa, sehingga keberadaan kepala sekolah seharusnya mutlak diperlukan.

Upaya wartawan untuk mengonfirmasi penggunaan Dana BOS Tahun 2025 pun tidak membuahkan hasil. Kepsek Asril Siregar diduga kuat jarang masuk kantor, sehingga tidak bisa memberikan jawaban terkait transparansi dan pengelolaan anggaran sekolah.

BACA JUGA..  Wagub Sumut Pastikan Stok Beras Bulog Cukup untuk Korban Bencana Alam

Dari hasil pantauan di lapangan, kondisi fisik sekolah pun memprihatinkan. Cat dinding ruang kelas tampak pudar dan tidak terawat, memperkuat dugaan bahwa perawatan gedung sangat minim meski sekolah menerima dana operasional.

Kuat dugaan bahwa kepala sekolah tidak menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, sehingga berdampak pada manajemen sekolah dan pelayanan pendidikan.

BACA JUGA..  Bobby Nasution Pastikan Listrik Segera Pulih di Tapteng dan Sibolga

Dengan temuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta Inspektorat diminta segera turun tangan dan menindaklanjuti dugaan kelalaian dan ketidakbecusan Kepsek SMK N 1 Perbaungan.
Masyarakat berharap agar sekolah negeri tidak dibiarkan menjadi sarang praktik tidak transparan dan pemimpin sekolah tidak boleh bekerja sesuka hati tanpa kehadiran dan tanggung jawab.(rom)