POSMETRO MEDAN – Ratusan warga yang tinggal di pesisir Pantai lima Desa di Kecamatan Pantai Labu dilanda banjir pasang ROB air laut. Kini warga menagih janji kampanye Gubernur Sumut Boby Nasution untuk melakukan normalisasi sungai dan mengatasi banjir di Kecamatan Pantai Labu.
” Iya, kami tagih janji Pak Bobby Nasution Gubernur Sumut waktu itu kampanye di Desa Pantai Labu Pekan ini, ia berjanji akan menormalisasi sungai membangun tanggul agar banjir yang kerap merendam rumah kami teratasi. Sudah hampir setahun belum ada realisasinya,” ungkap Sulaiman Warga Pantai Labu. Selasa,4/11/2025.
Memang sebelumnya, Gubernur Sumut Boby Nasution pernah berkampanye di Desa Pantai Labu Pekan sebelum Pilkada. Dalam kampanyenya dengan masyarakat di daerah itu ia berjanji akan mengatasi keluhan warga setempat terkait dampak banjir ROB pasang air laut.
Warga lainnya mengatakan bahwa Air Pasang Laut yang sering di sebut *Banjir ROB* pada bulan November tahun 2025 ini cukup tinggi di banding dengan tahun-tahun sebelumnya, Sebagian Masyarakat pesisir sudah menduga sehingga barang-barang elektronik ataupun yang lainnya di aman kan ke tempat yang lebih tinggi.
Dari data dihimpun, ada lima desa terdampak banjir Rob yang terjadi pada Selasa pagi tadi sekitar pukul 00.00- hingga pukul 02.30 wib yaitu Desa Bahan Serdang, Desa Rantau Panjang, Desa Rugemuk, Desa Pantai Labu Pekan dan Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Air pasang laut atau banjir ROB pada musim barat akan terjadi di Bulan Oktober sampai Desember mendatang dan bisa juga sampai bulan Januari 2026.
Pasang air laut dapat di prediksi karena memiliki dasar pada bulan Hijriah dan terjadi dua kali dalam satu bulan, dan terjadinya pasang surut yang besar hanya tiga atau empat malam dalam satu kali pasang besar, dan durasinya pasang surut laut ±2 jam sampai ±3 Jam di tiap pasang nya.
Perkiraan penyebab drastis nya pasang laut atau banjir ROB ini yaitu eungai dan Paluh terjadi pendangkalan dari endapan lumpur hingga air pasang Surut laut melimpah kepemukiman warga. Selain itu penurunan tanah akibat penambangan Pasir laut pada tahun 2008 dan 2013 lalu dan banyak nya hutan Mangrove yang gundul akibat penebangan liar oleh Oknum tak bertanggung jawab.
Warga berharap di lakukan Normalisasi Sungai dan Parit yang ada untuk menurunkan Luapan Air laut agar tidak menggenangi Pemukiman Warga dan pengawasan Hutan Mangrove perlu di tingkat kan agar tidak terjadi penebangan Liar.
Kapolsek Pantai Labu Iptu Sujarwo saat dikonfirmasi mengatakan situasi dilapangan sudah kembali normal.
” Situasi lokasi pemukiman warga yang tergenang banjir sudah kembali normal,” pungkasnya ( Wan)
EDITOR : Rahmad












