Hambat Proses Bansos, Andreas Ingatkan Warga Waspadai Penggunaan Data untuk Judol

oleh
Anggota DPRD Kota Medan, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak memberikan kata sambutan saat menggelar Sosper, Sabtu (27/09/2025) siang.

POSMETRO MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan Kota Medan, Sabtu (27/09/2025) siang.

Kegiatan yang digelar di Jalan Sena, Lingkungan 4,Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, ini dihadiri oleh Kasi PMK Kecamatan Medan Timur, Lurah Perintis, Koordinator PKH Dinas Sosial Kota Medan, para Kepling serta para masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, issue penyalahgunaan data untuk judi online menjadi topik hangat. Kepada warga, kader Partai Gerindra Kota Medan itu menekankan kepada warga agar tidak menyalahgunakan data nya terhadap kegiatan judi online.

“Bapak/ibu semua yang ada disini, sebagai salah satu kendala dalam pemrosesan penerimaan bansos, ternyata adanya transaksi judi online sebagai salah satu penyebabnya. Jadi, jangan sampai memberikan data pribadi kita digunakan oleh orang lain, karena pemerintah pusat akan mengetahui siapa-siapa saja yang pernah melakukan kegiatan perjudian berbasis online, terutama dari hal pendaftaran dan lain-lain,” ungkap Andreas.

BACA JUGA..  DPRD Medan Minta PUD Pembangunan Harus Lincah Cari PAD
Anggota DPRD Kota Medan, Andreas Pandapotan Purba foto bersama usai gelar Sosper.

Selain itu, anggota DPRD Kota Medan termuda yang akrab disapa APP itu pun menyarankan agar seluruh masyarakat dengan hati-hati menggunakan data agar tidak terhambat dalam proses pengajuan penerimaan bansos.

“Tolong dijaga ya bapak/ibu data nya. Jangan hanya gara-gara iseng, tidak sengaja atau terlanjur memberikan data kita kepada orang lain, menjadi pintu untuk menghambat bapak/ibu mengajukan proses pendaftaran sebagai calon penerima bansos, atau yang memang sudah menerima bansos dari pemerintah. Karena konsekuensi nya yang mengalami adalah bapak/ibu sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA..  Disdikbud Medan Diminta Terbitkan Edaran Larangan Pungutan Uang Perpisahan

Hal senada pula disampaikan oleh Dedi Irwanto Pardede. Kepada masyarakat, ia mengamini salah satu hambatan proses penerimaan bansos adalah penyalahgunaan data terhadap kegiatan perjudian berbasis online.

Warga saat bertanya dalam kegiatan Sosper Anggota DPRD Kota Medan, Andreas Pandapotan Purba.

“Benar, seperti yang disampaikan pak dewan kita tadi bapak/ibu, jangan sampai data bapak/ibu digunakan oleh orang lain apalagi keluarga yang ada didalam KK, bisa menjadi salah satu faktor yang menghambat proses penerimaan bansos maupun pendaftaran calon penerima bansos. Semua terdeteksi di sistem pusat, tidak ada yang bisa di tutup-tutupi,” jelas Dedi.

Selain itu, ia juga menjelaskan faktor lain terputus nya penerimaan bansos maupun sulit nya lolos dalam kategori penerima bansos.

“Semisal, salah satu anggota keluarga bapak/ibu ada yang sudah bekerja di perusahaan dan berpenghasilan UMR, maka bapak/ibu tidak lolos dalam salah satu kriteria penerima bansos. Kemudian, apabila ada keluarga dari kampung merantau ke Medan dan masuk ke dalam KK kita, tiba-tiba ia tes CPNS, maupun PPPK dan dinyatakan lolos, maka bapak/ibu juga tidak akan lolos sebagai penerima bansos dan hal itu pula akan menjadi penyebab terputus nya bantuan sosial yang sudah diterima oleh bapak/ibu selama ini,” bebernya.

BACA JUGA..  Wujudkan 500 Hunian Layak di Medan, Rico Waas Apresiasi Kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi 

Menanggapi hal itu, tak sedikit pula masyarakat mempertanyakan beberapa hal seputar penerimaan bansos. Sesi tanya-jawab berlangsung dengan lancar dan aman. Kegiatan tersebut pun diakhiri dengan sesi foto bersama sekaligus pembagian seminar kid oleh para panitia. (ril)

Editor: Ali Amrizal