POSMETRO MEDAN – Tempat Pendaratan Ikan ( TPI) di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang hingga saat ini kondisinya sangat kumuh, becek dan berantakan. Tempat itu tak layak dijadikan pusat bisnis dan perdagangan masyarakat. Namun hal itu terpaksa dilakukan karen tidak ada tempat lain.
Dari amatan, bangunan pemkab Deli Serdang dari proyek dinas perikanan Kelautan sudah hancur lebur. Tanahnya juga becek dan jorok. Para pedagang dan nelayan menjajakan barang dagangan mereka diatas lumpur diarea TPI.
Menurut Johan, Nelayan sekaligus warga Pantai Labu, mengatakan bahwa dulu kunjungan calon Gubernur Bobi Nasution pernah datang dan melihat TPI ini. Ia berjanji akan memberikan bantuan perbaikan pada TPI agar nelayan lebih maju. Begitu juga dengan Calon Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan juga datang janji mau merehap dan memperbaiki TPI ini tapi hingga sekarang belum ada tanda tanda hal itu akan terwujud.
” Sudah beberapa bulan ya, yang satu Pak Bobi Nasution calon Gubernur janji mau rehap membagusi TPI tak ada tanda tanda, lalu Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan juga datang liat sana sini, Katanya mau rehap tapi sudah berapa bulan tidak juga ada tanda tanda. Maunya jangan banyak janji dan omon omon saja. Masyarakat berharap Bupati dan Gubernur bisa gerak cepat realisasi,” ucap Johan. Minggu ,25/5/2025.
Aktivitas perdagangan di TPI Pantai Labu cukup ramai setiap hari, para nelayan tak hanya melayani para pedagang ikan yang terus bertambah namun masyarakat yang datang dari luar kota juga datang membeli ikan dari pedagang lokal yang menggelar lapak jualan di sekitar TPI.
Disayangkan, para pembeli terkadang enggan masuk kedalam lokasi TPI karena kondisinya yang becek dan jorok. Belum lagi bangunan yang ada itu atapnya sudah lapuk takut kalau rubuh.
Puluhan Nelayan juga singgah di TPI menjajakan ikan, udang, cumi dan hasil tangkapan laut pada para pembeli. Ikan yang dijual juga segar karena nelayan di Pantai Labu rata rata nelayan tradisional yang tiap hari mencari ikannya tanpa nginap di laut. Meski ada beberapa nelayan yang nginap hingga tiga hari namun tidak banyak. ( Wan)
EDITOR : Rahmad












