Diduga Depresi, Pria Lajang Tewas Gantung Diri

oleh
Kerabat S pria lajang yang tewas gantung diri. (ISTIMEWA/Posmetromedan.com)

POSMETRO MEDAN – Puluhan warga yang menetap di Dusun IV, Desa Brohol, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara dihebohkan atas temuan seorang pria lajang Inisial S (22) tewas gantung diri di dalam kamarnya, Selasa (3/9) sore.

 S pertama kali ditemukan oleh sang ayah bernama Misdianto (51). Saat itu Misdianto melihat anaknya sudah tak bernyawa dalam kamar rumahnya.

 Awalnya, Misdianto masuk ke kamar S untuk membangunkannya karena sejak pagi hari Ia tidak keluar dari dalam kamar.

BACA JUGA..  Warga Melapor, Residivis Narkoba Kembali Masuk Bui

 Pintu kamar S pun di ketuk berulang kali. Namun tak ada jawaban dari dalam kamar. Khawatir terjadi sesuatu, Misdianto membuka paksa pintu kamar tersebut.

 Saat pintu kamar terbuka, Misdianto melihat S dalam keadaan tergantung dengan seutas kain panjang warna putih.

 Melihat anaknya tergantung, Misdianto pun menjerit dan histeris sehingga dua kerabatnya Priswanto dan Nuri yang berada di samping rumah mendatangi Misdianto.

 Keduanya kemudian menurunkan jenazah S dan memberitahukan peristiwa tersebut kepada perangkat desa.

BACA JUGA..  Boru Sirait Dibunuh Putri Kandung

 Selanjutnya perangkat desa melanjutkannya ke pihak kepolisian.

 Tidak lama berselang, Kapolsek Indrapura AKP Reynold Silalahi dan Kanit Reskrim Polsek Indrapura Ipda Manahan Siregar menghubungi Tim Identifikasi Polres Batubara dan dari Tim medis Puskesmas Sei Suka dr. Anhar dan Bidan Desa Brohol Lina.

 “Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh S,” jelas AKP Reynold Silalahi.

 Dihadapan petugas, Misdianto mengungkapkan anaknya diduga depresi akibat mengalami cacat pada bagian kaki sejak usia dini.

BACA JUGA..  Miliki 83,50 Gram Sabu, Pria di Langkat Diborgol

 Sang ayah menambahkan, sebelum ditemukan menggantung, S sempat mengirimkan pesan melalui Whatsapp kepada temannya Tiara yang mengatakan jika besok ia sudah tidak disini.

 ‘Saya sudah bosan,’ isi pesan S.

 “Setelah Misdianto selaku orang tua S membuat surat pernyataan berisikan keberatan dilakukan autopsi, petugas menyerahkan jenazah S kepada keluarga untuk dikebumikan,” tutup AKP Reynold Silalahi.

Sumber : Random
Editor : Oki Budiman