PERUMAHAN WEB

Tak Sanggup Bayar Biaya Rumah Sakit, Korban Pembacokan Pulang Sebelum Sembuh

oleh
Saddam Syahputra terpaksa dibawa pulang oleh orangtuanya meski belum sembuh, karena terkendala pembiayaan di rumah sakit. (Ist/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Ungkapan ini mungkin layak disematkan kepada Saddam Syahputra (33). Sudah lah menanggung sakit akibat luka bacok di perutnya, dia juga harus menanggung besarnya biaya rumah sakit.

Alhasil, dengan berat hati, dia harus dibawa pulang oleh keluarga meski belum sembuh. Alasannya cukup mendasar. Keluarga tidak sanggup lagi membayar biaya pengobatan.

Hal itu diungkap ibu korban, Nia (50) saat ditemui di kediamannya Jalan Perdamaian Lingkungan Tempel, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

BACA JUGA..  Pengedar Sabu Asal Langkat 'Diangkat'

Menurut wanita ini, sebenarnya kondisi kesehatan putranya masih belum stabil. Diakuinya, pihak RS Grand Medistra Lubuk Pakam tidak memperbolehkan mereka membawa pulang Saddam.

Namun seperti disebutkan diawal, keterbatasan biaya membuat mereka bersikeras untuk membawa pulang Saddam. Untuk meyakinkan pihak rumah sakit, Saddam akan dirawat dengan berobat jalan di rumah sakit terdekat.

“Saat ini kondisi anak saya masih cukup parah, namun terpaksa kami bawa pulang. Kami tak sanggup lagi untuk biaya di rumah sakit, sehingga kami harus membawa anak kami pulang,” tutur nya.

BACA JUGA..  Patroli Blue Light, Menyasar Lokasi Rawan Macet & Kecelakaan

“Kami terpaksa membawa pulang dan berobat jalan. Semoga anak kami segera sembuh dan para pelaku segera tertangkap oleh pihak kepolisian Polres Sergai,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi terkait perkembangan kasus pembacokan yang dialami Saddam, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Oxy Yudha Pratesta, menyebut pihaknya masih berusaha keras untuk secepatnya bisa menangkap pelaku.

Sebelumnya, pembacokan terhadap Saddam terjadi pada hari Minggu 10/3/2024) dini hari lalu. Bermula ketika korban menegur pengendara yang menggeber-geber kereta di depan rumahnya.

BACA JUGA..  Ini Peran Tersangka Baru Pembakaran Rumah Wartawan

Namun tak lama setelah itu, Muliadi (53) mendengar putranya (korban Saddam) menjerit minta tolong. Dan ketika dilihat, ternyata korban sudah terkapar dengan kondisi usus terburai.

Muliadi juga sempat melihat para pelaku melarikan diri. Berikutnya dengan dibantu warga sekitar, Saddam dilarikan ke RSUD Melati Perbaungan. Tapi karena lukanya cukup parah, Saddam dirujuk ke RSUD Grand Medistra Lubuk Pakam. (*)

Reporter: Surya Hasibuan
Editor: Hiras Situmeang