Diduga Sebar Hoax, Oknum ASN Pemkab Simalungun akan Segera Dilaporkan

oleh
Ranto Sibarani, SH, kuasa hukum Fransisco H. Sibarani, S.Si Caleg DPRD Kota Pematangsiantar dari Partai Hanura. (Maranatha Tobing/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Kasus pencemaran nama baik dan berita bohong (hoax) yang dilakukan seorang oknum ASN Pemkab Simalungun berinisial ND, terhadap Fransisco H Sibarani, S.Si yang merupakan calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Pematangsiantar, memasuki babak baru.

Ranto Sibarani, SH selaku kuasa hukum Fransisco H Sibarani mengatakan, kasus pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoax tersebut akan dibawa ke ranah hukum.

Hal itu disampaikan Ranto Sibarani kepada Posmetromedan.com pada Sabtu (24/2/2024) di bilangan Kota Medan. Menurut Ranto, menempuh jalur hukum adalah cara paling efektif untuk membuat efek jera terhadap pelaku-pelaku pencemaran nama baik dan berita bohong.

Selain akan malaporkan ND kepada ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) juga akan melaporkan ke pihak kepolisian Polres Pematangsiantar atas dugaan fitnah (pencemaran nama baik) serta berita hoax dan akan mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan perdata terhadap oknum ASN tersebut.

“Kami akan melaporkan oknum ND kepihak terkait termasuk Polres Pematangsiantar atas kasus dugaan pencemaran nama baik (fitnah) dan berita hoax,” ujar Ranto Sibarani.

Diketahui, kasus ini terjadi di Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu tepatnya sebelum dan sesudah Pemilu berlangsung.

BACA JUGA..  Pj Bupati Ajak HIPMI Kolaborasi Benahi Langkat

Awalnya, oknum ASN berinisial ND menyebarkan berita bohong kepada masyarakat terkait salah satu Caleg dari Partai Hanura bernama Fransisco Sibarani, S.Si.

Sebelum pencoblosan, ND mengatakan bahwa Caleg Fransisco Sibarani ‘nggak main, nggak ada suaranya dan udah dijual’. Hal itu disampaikan ND kepada warga R br Manalu yang juga tim sukses Fransisco Sibarani, Caleg Hanura nomor urut 1 dapil I Siantar Utara dan Siantar Barat.

Mendengar pernyataan ND, membuat R br Manalu sempat kehilangan semangat. Padahal R br Manalu bersama timses lainnya sudah 3 bulan bekerja untuk mengajak masyarakat mendukung calegnya.

Mendengar pernyataan ND, Pardamean Sibarani selaku abang kandung Fransisco Sibarani yang juga tim pemenangan mengatakan, bahwasannya pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dan melaporkan ke Bawaslu terkait pelanggaran kampanye. Kata Pardamean, pernyataan ND adalah informasi bohong yang  merugikan pihaknya dan menguntungkan bagi caleg tertentu.

“Ini jelas merugikan adik saya yang tengah berjuang menyakinkan masyarakat untuk memilih dia. Ini juga menyangkut harga diri keluarga. Kita tidak terima,” tegasnya Jumat malam (9/2/2024) lalu.

Masih Pardamean Sibarani, katanya,  selain pernyataan ND yang menyebutkan adeknya ‘nggak main itu, nggak ada suaranya’ , ternyata ND juga menyebutkan adeknya Fransisco tadi malam (Kamis, 8/2/2024) sudah diputuskan oleh Ketua Partainya bernama Ronal agar dikeluarkan suaranya.

BACA JUGA..  Korupsi Dana BLU Rp 8 M, Eks Dirut Adam Malik Tersangka

ND Akui Pernyataanya

Kasus pencemaran nama baik dan hoax ini pun dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan Siantar Utara. Dihadapan Panwaslu ND mengakui perbuatannya. Bahkan ND mengaku bahwa dirinya telah memiliki caleg pilihannya berinisial J, padahal sesuai aturan bahwa ASN itu harus neyral dan tidak boleh mengumbar calon pilihannya dihadapan umum.

Dalam pertemuan itu, ND mengaku melontarkan pernyataannya R br Manalu karena sudah merasa dekat dan sehari hari selalu sama.

“Makanya ketika ditanya, ke Fransisco nya kakak?, kujawab ke J nya aku karena dekat rumah, satu sarikat. Itupun karena sudah dekat dan selalu sama, kalau orang lain yang tanya pasti saya diam,” kata ND.

ND juga mengakui dia melontarkan pernyataan terkait Fransisco Sibarani, hanya karena dia mendengar kabar di warung-warung tanpa diketahui sumber resminya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Siantar Utara, Jhon Purba didampingi anggota Rendy Sujiwo dan David Sumbayak, bertanya kepada ND soal pernyataannya.

BACA JUGA..  Peringatan Hari Buruh 2024 Langkat Didukung Pj Bupati

“Ya ada, katanya suara si Fransisco uda gk apa lagi, uda dijual,” ungkap ND mengakui perkataannya.

Saat itu Panwaslu mengingatkan ND harus netral karena seorang ASN.

Panwaslu menyebutkan pihaknya mengedepankan penyelesaikan secara secara kekeluargaan, mengingat ND dan tim sukses R br Manalu satu kampung dan sudah dekat.

“Kita sarankan penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Jhon.

Kepada tim Panwaslu, ND juga bersedia meminta maaf atas pernyataan tersebut.

“Permintaan maaf harus disampaikan di depan orang tua dan keluarga saya,” tegas Pardamean.

Dan, pada Sabtu malam (10/2/2024) permohonan maaf dilaksanakan ND di rumah orangtua Fransisco Sibarani.

Kepada wartawan, Pardamean Sibarani mengaku akan menelusuri siapa sumber informasi yang merendahkan harga diri keluarga mereka.

Kabar yang beredar di masyarakat bahwa adiknya pada Pileg 2019 atau 5 tahun lalu, juga disebut menjual suara makanya bisa langsung bangun rumah.

“Jual suara itu fitnah, apalagi sampai bisa bangun rumah. Ini harus kami telusuri. Kita tidak mau membiarkan informasi liar seperti itu. Biar jadi pembelajaran jangan asal bicara,” tegas Pardamean. (*)

Reporter/Editor: Maranatha Tobing