Polresta Deliserdang Terbitkan DPO Pemerkosa Cewek Namorambe

oleh
Kantor Mapolresta Deliserdang di Kota Lubuk Pakam. (Ist)

Posmetromedan.com – Sempat dikritik orangtua korban, Sat Reskrim Polresta Deliserdang akhirnya resmi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Deni Saputra (20), terduga pemerkosa DS (17) warga Kecamatan Namorambe, Deliserdang.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Wirhan Arif mengatakan, keberadaan pelaku belum diketahui sehingga polisi belum bisa menangkapnya.

Makanya, kata Wirhan, pihaknya menerbitkan DPO dan meminta masyarakat melapor ke Polisi setempat apabila melihat Deni Saputra.

“Untuk saat ini keberadaan pelaku belum diketahui keberadaannya. Hingga saat ini sudah kami keluarkan DPO nya,”ungkap Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Wirhan Arif, Selasa (20/11/2023).

Sebelumnya, DS (17) diduga menjadi korban pemerkosaan Deni Saputra pada 1 Oktober 2023 lalu. Bukan hanya dirudapaksa, ia juga diduga mengalami kekerasan lantaran diseret ke semak-semak tak jauh dari Vila Mawar Hijau, Namorambe lalu dibekap dan lehernya diikat menggunakan celana jins yang digunakan.

BACA JUGA..  Lanal Tanjungbalai Asahan Gagalkan Peredaran 4 Kg Sabu

Korban sudah membuat laporan ke Polresta Deliserdang, tetapi sampai saat ini terduga pelaku belum juga ditangkap Polisi. Padahal, kata ibu korban berinisial SA, terduga pelaku ini sempat berkeliaran di lingkungan sekitar seolah-olah tak takut.

Hal inilah yang membuat keluarga korban kecewa dengan kinerja Polresta Deliserdang, khususnya Sat Reskrim. “Laporan sejak tanggal 2 Oktober. Lama penangannnya pelaku kesana kesini bebas,”kata SA, ibu korban saat diwawancarai, Jumat (27/10/2023) lalu.

BACA JUGA..  Berkas NW Terlapor Kasus Penipuan Masuk Polisi Naik Sidik di Polda Sumut

Keterangan ibu korban dari pengakuan anaknya, awalnya DS mendapat pesan dari terduga pelaku tawaran menggadaikan jam tangan seharga Rp 20 ribu sekira pukul 16:30 WIB.

Alasan terlapor ia diusir kakeknya dan cuma memiliki uang sebesar Rp 10 ribu untuk makan. Korban pun diajak ke kawasan komplek Mawar Hijau, Kecamatan Namorambe.

Kemudian korban dijemput temannya yang lain berinisial R (18) lalu berboncengan tiga naik sepeda motor. Sampai di kawasan perumahan itu, R pergi, sementara DS memaksa korban masuk ke semak-semak.

Korban sempat berontak namun mulutnya dibekap hingga akhirnya dianiaya serta diseret sampai tak sadarkan diri. Disinilah diduga pemerkosaan itu terjadi sebab saat tersadar pakaiannya sudah dilucuti.

BACA JUGA..  2 Pembobol Grosir Ditangkap Polsek Medan Labuhan

Korban melihat celana sudah diikat ke lehernya, sementara yang terpasang hanya pakaian atasan. “Begitu sadar, celana panjang dia udah di leher diikatkan.”

Dugaan pemerkosaan diketahui setelah korban tersadar dan mengadu kepada ibu dan keluarganya. Lalu mereka membuat laporan dan visum ke rumah sakit.

Dari hasil visum vagina, terindikasi adanya pemerkosaan terhadap DS. Pelaku pun diduga lebih dari satu orang. Setelah hampir sebulan pelaku belum ditangkap, ibu korban berharap Polisi sigap menangkap terduga pelaku. Sebab korban ketakutan karena pelaku masih bebas berkeliaran. (*)

Reporter: Demson Tambunan
Editor: Oki Budiman