Minuman Keras Bebas Dijual di Aceh Tenggara, Barisan Sepuluh Pemuda Minta Pj Bupati Bertindak

oleh
Dahrinsyah selaku pimpinan kelompok pemuda yang mengatasnamakan diri Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, saat melakukan aksi damai beberapa waktu lalu di Kutacane. (Safrizal/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Peredaran minuman berakohol atau minuman keras (miras) semakin marak di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara). Bahkan disebut, pelaku tindakan kejahatan ataupun keributan antar warga selalu dipicu karena kondisi mabuk.

Kondisi itu sangat meresahkan bagi masyarakat pada umumnya. Menyikapi hal itu, Dahrinsyah selaku dari Barisan Sepuluh Pemuda, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agara melalui dinas terkait agar segera mengendalikan peredaran miras.

BACA JUGA..  Dosmar Banjarnahor Dinilai Layak Dinobatkan Bapak Pembangunan Humbahas

Hal itu disampaikan melalui Posmetromedan.com pada Jum at (14/7/2023) siang. Disebut juga, bahwa kelompok pelajar saat ini juga telah banyak mengkonsumsi miras atau minuman beralkohol. “Ini tidak bisa dibiarkan. Kondisi bebasnya miras ini sudah merusak generasi emas kabupaten kita. Untuk itu, kami mendesak Pemkab segera bertindak,” ujar Dahrinsyah.

Disebutkan juga, dari segi apapun miras ini dilarang. Baik segi hukum, agama, apa lagi kita tinggal di daerah Propinsi Aceh yang taat dengan aturan syariat islam dan Qanun Aceh Jinayah yang berlaku di Aceh.

BACA JUGA..  Kacabdisdik Apresiasi Kehadiran Pegawai di Hari Pertama Pasca Lebaran

“Karena dampak dari khamar itu sangat buruk, harapannya, sebagai anak muda terdidik agar bisa memberi contoh kepada generasi muda saat ini, dan bisa menjadi generasi muda yang diandalkan. Dari itu kita minta kepada Syakir selaku Pj Bupati untuk segera memerintahkan dinas terkait untuk melakukan razia di setiap penjual minuman keras. Jangan tunggu ada laporan dari masyarakat baru melakukan razia. Kita ini daerah Aceh sudah diatur dalam Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 pasal 16 ayat 1 tentang khamar,” kata Dahrinsyah, sembari menduga kondisi peredaran miras ada pembiaran dari dinas terkait. (*)

BACA JUGA..  SDN 1 Semadam Tidak Layak Dipakai, Kadis Dikbud Agara Dianggap Lalai

Reporter: Safrizal
Editor: Maranatha Tobing