Usai Upacara Peringatan Hari Guru, Siswa SMA Negeri 6 Desak Kepsek Dicopot

oleh
Para Siswa SMA Negeri 6 Medan demo, mereka meminta kepala sekolah dicopot. (Istimewa/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Usai melaksanakan upacara Hari Guru, puluhan siswa SMA Negeri 6 Medan mendadak melakukan aksi demo. Siswa minta Kepala Sekolah (Kepsek) Siti Rahmah Lubis dicopot dari jabatannya.

Dalam aksinya, siswa SMA Negeri 6 Medan bersorak-sorai, minta agar sang kepala sekolah Siti Rahmah Lubis segera diganti.

“Turunkan Kepsek, turunkan Kepsek, turunkan Kepsek,” teriak siswa sambil berputar-putar di halaman sekolah, Jumat (25/11) lalu.

Sayangnya, aksi siswa itu tidak mendapat respon apapun dari Siti Rahmah Lubis. Sejak pagi hari, Kepsek  SMA Negeri 6 Medan itu tidak kelihatan masuk kantor.

BACA JUGA..  PUD Pembangunan Nyaris Kolaps, Godfried Effendy: Jajaran Dereksi Jangan Tidur

Bahkan, Siti Rahmah Lubis juga kerap menghilang, pascadugaan korupsi dana BOS mencuat.

Guru di SMA Negeri 6 Medan, EN mengatakan bahwa aksi para siswa spontan dilakukan.

EN sendiri kaget, karena tiba-tiba saja para siswa berkumpul, lalu bernyanyi di lapangan sekolah.

“Setelah upacara tadi, mereka demo. Ya, minta kepala sekolah turun (dari jabatannya),” kata EN.

BACA JUGA..  Wagubsu Dorong Percepatan Investasi Migas dan Legalisasi Sumur Masyarakat

Karena aksi para siswa ini jadi sorotan, pihak sekolah lantas berupaya memberi pengertian. Para siswa kemudian diajak berdialog oleh para guru.

“Mereka diberi pengertian, agar tidak melanjutkan aksi. Mereka bubar setelah diberi wejangan oleh wakil kepala sekolah,” kata EN.

Disinggung mengenai keberadaan Siti Rahmah Lubis, EN mengaku tidak tahu.

“Sejak pagi hari, Siti Rahmah Lubis sudah tidak kelihatan. Bahkan, saat Upacara tadi pun sudah tidak ada,” katanya.

BACA JUGA..  Harga Minyakita Tembus Rp 22 Ribu, Dewan Desak Pemko Segera Sidak Pasar

Sebelumnya, Kepsdk SMA Negeri 6 Medan Siti Rahmah Lubis kini jadi sorotan. Sebab, Siti Rahmah Lubis dicurigai melakukan korupsi dana BOS dan diduga mengorupsi uang SPP.

Tidak hanya itu saja, Kepala SMA Negeri 6 Medan itu juga diduga memperbudak para guru, dengan cara memaksa piket tanpa diberi upah. (*)

Reporter: Ali Amrizal
Editor: Maranatha Tobing