Rumah Belajar Kiniersadaan Sediakan Les Gratis bagi Pelajar SD di Kabupaten Karo

oleh
Brosur beserta program les gratis dari Rumah Belajar Kiniersadaan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Edi Tarigan/Posmetromedan)

POSMETROMEDAN.com – Rumah Belajar Kiniersadaan hadir membantu pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) melalui kegiatan les gratis di berbagai desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Founder Rumah Belajar Kiniersadaan, Ade Roi Karo Sekali, pandemi Covid-19 membuat mereka tergerak untuk hadir ke desa-desa.

Katanya, sudah hampir 3 tahun Indonesia terkena dampak pandemi Covid-19. Hal ini juga berdampak kepada Pendidikan di Indonesia terkhususnya di daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang pernah menjadi zona merah Covid-19.

BACA JUGA..  Bobby Nasution Mulai Bangun SMKN 1 Gido, Relokasi Sekolah Langganan Banjir ke Lokasi yang Lebih Layak

Untuk memutus mata rantai Covid-19 maka pemerintah mewajibkan setiap sekolah untuk melakukan pembelajaran daring.

“Namun, dapat dilihat belajar secara daring kurang efesien,” katanya.

Banyak anak sekolah yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara daring karena tidak memiliki HP atau sinyal yang kurang baik di tempat mereka tinggal, sehingga mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

BACA JUGA..  Ratusan Ribu Ekor Ikan Mati Diduga Terdampak Pencemaran Air, Gempar Sumut Desak Usut PT Indo Farm Sukses Makmur

“Kami sudah beberapa kali turun ke lapangan melihat situasi bahkan mendengar langsung dari keluhan masyarakat serta melihat anak kelas 3 SD belum bisa membaca bahkan menulis,” ucapnya.

Ade Roi Karo Sekali menjelaskan bahwa dia berharap agar melalui Rumah Belajar Kiniersadaan ini bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi bisa membantu anak sekolah yang masih tertinggal.

BACA JUGA..  Bupati Toba Sampaikan Nota Jawaban Melalui Paripurna DPRD Toba

“Hal ini membuat saya dan teman-teman di dalam Rumah Belajar Kiniersadaan, memiliki gagasan membuat les gratis diberbagai titik atau desa yang ada di Kabupaten Karo untuk membantu pendidikan yang saat ini bisa  dibilang tertinggal,” ungkapnya. (*)

Reporter: Edi Tarigan
Editor: Maranatha Tobing