POSMETROMEDAN.com – Puskesmas Delitua, Kabupaten Deliserdang hadir sebagai pusat kesehatan tanpa mempersulit masyarakat. Seperti pengakuan Erry Kurniasih (39), seorang ibu yang memiliki putri penderita pembengkakan kelenjer dibagian kepala.
Qareen Queenzhy Putri, berusia 9 tahun adalah bocah yang butuh penanganan serius medis tersebut.
Dijelaskan ibu warga Jalan Kolam 502-A, Kelurahan Delitua, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Propinsi Sumut, pembekakan kelenjar dibagian belakang kepala putrinya itu sudah sebesar bola pingpong.
“Mungkin hanya ucapan terima kasih yang dapat saya katakan kepada Puskesmas Delitua, karena cuma hal itu yang dapat kuperbuat. Aku sangat berterimakasih kepada Puskesmas Delitua karena telah menangani anak perempuanku dengan baik dan optimal. Terimakasih kepada seluruh dokter, bidan dan perawat,” ujar Erry kepada Posmetromedan, Minggu (13/3/2022).
Melalui Posmetromedan, Erry juga mengucapkan terimakasih buat kepada Kepala Puskesmas Delitua dr.Julina Artha Pinem M.KS.
“Terimakasih buat ibu dokter Juliana Artha Pinem, telah memberikan pertolongan pertama buat anak saya Queen, serta merujuk anak saya ke RSU Drs Amri Tambunan. Semoga diberikan Yang Maha Kuasa rejeki, kesehatan dan karier yang semangkin sukses,” tambah Erry lagi.
Kesal Terhadap Pelayanan BPJS
Masih penuturan Erry, dia mengaku kesal terkait pelayanan yang disediakan pihak BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Kesehatan). Katanya dia mendatangi BPJS itu pada Jumat 11 Maret 2022 kemarin.
Saat itu Erry hendak mau mengambil nomor antrian untuk mengurus BPJS anaknya yang sedang sakit pembengkakan dibagian belakang kepala.
Saat itu petugas BPJS mengatakan bahwa nomor antrian saat itu telah habis. “Padahal jam masih menunjukkan pukul 10.30 WIB, tetapi nomor antrian telah habis, kan aneh nih bang,” cetus Erry.
Lalu petugas BPJS yang berkantor tepat di jalan Negara Desa Pertapahaan, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang mengatakan agar esok hari kembali datang mengambil nomor antriannya.
Pengalaman tak mengenakkan itu dialami Erry disaat memperjuangkan anak gadisnya untuk mendapatkan pengobatan.
Kini Erry telah lega karena anaknya sudah ditangani medis. (*)
Reporter: Demson Tambunan
Editor: Maranatha Tobing












