Camat Medan Kota Tunjuk Kepling Bermasalah, Warga Lingkungan 1 Kecewa

oleh
Warga Lingkungan 1, Kelurahan Pasar Merah Barat, berkumpul. (Budi Hariadi/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Warga Lingkungan 1 Kelurahan Pasar Merah Barat kecewa dengan keputusan Camat Medan Kota Tengku Chairuniza yang kembali menunjuk Michael Fransisco Purba (MFP) sebagai Kepala Lingkungan 1 periode berikutnya. Pasalnya MFP dianggap kurang layak sebagai pengayom warga.

“Camat Medan Kota sudah lama tahu buruknya kinerja Kepling atas nama Michael ini, dan dia sudah pernah berjanji akan menggantinya. Tapi ternyata kemarin si Michael ini masih ikut assesment, dimenangkan dan dipilih lagi jadi Kepling,” ungkap Amran, salah seorang warga, Kamis (6/1).

Dikatakan Amran, ada banyak alasan yang membuat warga tidak lagi setuju MFP kembali menjadi kepling di Lingkungan 1. Selain dinilai berkinerja buruk, domisili MFP di lingkungan 1 hanya di atas kertas, yaitu di KTP dan KK. Faktanya sehari-hari, MFP justru tinggal atau berdomisili di kawasan Padang Bulan. Ia pun meminta Camat Medan Kota dan Lurah Pasar Merah Barat untuk membatalkan pengangkatan kembali MFP sebagai Kepling di Lingkungan 1.

BACA JUGA..  Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Medan hingga Rp72,3 Miliar

Senada dengan Amran, warga lainnya J Simanjuntak juga mengaku heran dengan dipilihnya kembali MFP setelah warga Lingkungan 1 mengeluhkan banyak hal tentang kepling tersebut.

“Pada dasarnya kami sih terserah siapa yang jadi kepling, tapi bukan dia.
Tapi intinya, kepling itu harus warga yang sehari-hari memang tinggal disini, mengenal dan dikenal warga. Lalu kepling itu juga harus melayani, tapi kriteria itu tidak ada pada dia,” ketusnya.

BACA JUGA..  Atasi Banjir di Medan Tembung, Pemko Medan Diminta Segera Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi

Simanjuntak juga mengatakan, pihaknya telah berkali-kali menyampaikan protesnya secara langsung kepada MFP. Alih-alih merespon dengan baik, MFP justru selalu menanggapinya secara arogan.

“Saya tinggal disini sudah 3 tahun, tapi tak kenal siapa keplingnya. Saya pindahan, tapi gak pernah dia tanya saya pindahan dari mana. Saya bukan nggak mau lapor juga ke kepling, tapi keplingnya pun gak tinggal di sini, tinggalnya di Padang Bulan. Akhirnya pernah kami ketemu, arogannya luar biasa. Tidak pernah mau melayani masyarakat,” sebutnya.

Sementara warga lainnya, M Rizki yang merupakan seorang pedagang di Jalan Juanda mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya sesama pedagang selalu dikutip uang sebesar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu perharinya dengan alasan untuk retribusi sampah. Namun setiap membayar, tidak sekalipun pedagang di Jalan Juanda Lingkungan 1 diberikan karcis retribusi.

BACA JUGA..  Bima Arya dan Rico Waas Berbagi Strategi di YCC APEKSI 2026

“Lantas kami tanya lah baik-baik, uang sampah itu kemana. Setelah kami tanya begitu, besoknya gak di angkat lagi sampah kami selama 4 hari, padahal kami cuma bertanya. Lalu kami tanya petugas pengangkut sampah kenapa tidak diangkat, dijelaskan petugas karena dilarang sama keplingnya. Arogan kali kepling kami ini,” ungkapnya seraya menyebut apabila Camat Medan Kota tidak membatalkan pengangkatan MFP, warga akan melakukan aksi damai di depan kamtor camat, Senin pekan depan. (*)

Reporter: Budi Hariadi
Editor: Ali Amrizal