Tingkat Stunting Indonesia Melampaui Batas WHO, BKKBN Sosialisasi di Batubara

oleh

POSMETROMEDAN.com-Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia melampaui batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Sesuai mandat yang diberikan Presiden, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi penanggung jawab percepatan penurunan angka stunting.

BACA JUGA..  Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026

Langkah awal yang dilakukan BKKBN Sumatera Utara (Sumut) adalah sosialisasi pendataan keluarga di setiap daerah.

Kali ini BKKBN menyambangi Desa Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, beberapa waktu lalu.

Kabid Latbang Perwakilan Sumutera Utara, Dra Tengku Lafalinda Mpd menegaskan perlunya membangkitkan kesadaran semua pihak akan pentingnya pencegahan stunting.

“Kami berupaya  mewujudkan pemulihan kesehatan dan pemerataan yang berkelanjutan dengan cara pendataan yang dilakukan dari rumah ke rumah,” ujarnya.

BACA JUGA..  Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Menutup kegiatan, Wakil Ketua Komisi IX DPRRI H Ansory Siregar Lc mengajak semua pihak untuk bersinergi demi pemenuhan gizi anak yang tepat.

“Serta pemenuhan hak anak untuk menekan angka stunting di Indonesia,” pungkas Ansory.(bbs)