Rapat RPJMD 2021-2026, Pemko Medan tak Bahas Dampak Pendemi Covid-19

oleh -100 views

POSMETROMEDANcom – Persoalan dampak pademi Covid-19 jadi perhatian dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 yang dilaksanakan Panitia Khusus (Pansus) RPJMD dalam sepekan ini.

Persoalan pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja menjadi perhatian yang harus segera dicari jalan keluarnya oleh Pemerintah Kota Medan, terutama bagi kalangan muda (milenial).

Melihat persoalan ini, Wakil Ketua Pansus RPJMD 2021-2026, Syaiful Ramadhan, mendorong Pemerintah Kota Medan melakukan terobosan agar persoalan yang diakibatkan efek pandemi Covid-19 ini bisa segera diatasi.

BACA JUGA..  DPRD Medan Tagih Janji Kampanye Bobby – Aulia 

“Dampak Covid-19 ini sangat besar terutama lahirnya pengangguran akibat perusahaan tidak mampu lagi membuka usahanya. Kondisi ini diperparah oleh mereka yang lulus sekolah dan kuliah kemudian susah dan tidak mendapatkan lapangan pekerjaan,” ucap Syaiful Ramadhan kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Medan, Senin (9/8).

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan ini melihat, banyaknya masyarakat yang di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), harus dibarengi dengan terobosan Pemko Medan dalam menjawab persoalan ini.

BACA JUGA..  Semester I, Serapan Belanja Daerah Pemko Medan Rendah

“Saya tidak melihat program peningkatan kapasitas dilakukan Pemko Medan, padahal program-program tersebut bisa dilakukan sebagai upaya mengantisipasi persoalan lebih besar lagi terutama soal kemampuan masyarakat dalam menciptakan peluang kerja, peningkatan ekonomi akibat efek pandemi ini khusunya di kalangan milenial,” jelasnya.

Syaiful juga melihat program pemanfaatan banyak yang tidak dimanfaatkan, padahal program tersebut sangat penting bagi Kota Medan ke depan.

BACA JUGA..  86% Guru Sudah Divaksin, Medan Siap Gelar Belajar Tatap Muka

“Saya melihat persoalan ini khusunya di RPJMD kurang mendapat perhatian. Harusnya Pemko ditarik fokusnya kepada anak-anak muda. Pandemi telah mengakibatkan yang bekerja di PHK yang lulus kuliah dan sekolah kesulitan mendapat pekerjaan,” ungkapnya.

Syaiful mengharapkan Pemko Medan bisa menggerakkan program yang bisa menyentuh masyarakat milenial dimulai dari tingkat kelurahan kemudian menggerakkan program-program di Organisasi Perangkat Daerah terkait. (bdh/ali)

EPAPER