Dugaan Kasus Korupsi Ketua STP Sibolga Masuk Tahap Penyelidikan

oleh -835 views
Ketua STP Sibolga, Lucien Pahala Sitanggang. (Ist/posmetro)

POSMETROMEDAN.com – Kasus dugaan korupsi ratusan juta rupiah dana beasiswa bidik misi Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga, Lucien Pahala Sitanggang atas laporan mahasiswanya Intan Siregar ke Polres Sibolga, memasuki tahapan penyelidikan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja menjawab konfirmasi wartawan melalui WatsApp usai pemeriksaan pada Senin kemarin.

“Masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim,” terang mantan Kasubdit 3 Dirkrimum Polda Sumut itu menjawab wartawan Selasa (20/7/2021).

▶️ Dukung Kepolisian

Sejak mencuat ke publik, dugaan penyalahgunaan beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa miskin berprestasi itu mendapat perhatian dari masyarakat.

Masyarakat berharap serta mendukung kepolisian mengungkap kasus itu agar pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatanya di mata hukum.

“Polisi harus didukung penuh dalam mengungkap dugaan kasus korupsi ini. Penting, dan perlu kita ketahui, bidik misi itu wujud perhatian pemerintah pusat dalam mendukung lahirnya generasi intelek. Mereka yang orang tuanya tidak mampu secara ekonomi, tapi mampu dalam akademik. Kalau hak mereka (mahasiswa) pun tidak diberikan, berarti ada yang salah pada sistem kampus itu,”terang Ronal Pakpahan Wakil Ketua Bidang Maritim DPC PDI Perjuangan Tapteng, menanggapi kasus itu.

BACA JUGA..  Kapoldasu Perintahkan Kapolrestabes-Kapolres Cek SPBU

Lebih lanjut disampaikan Ronal, pada kasus itu pelapornya adalah mahasiswanya sendiri. Dan didukung oleh seorang dosen yang diberhentikan akibat mempertanyakan penggunaan anggaran.

“Mahasiswa melaporkan, berarti karna memang tidak perna menerima dan memanfaatkan. Itu sudah menjadi bukti kuat atas kasus itu. Apalagi ada pemecatan kepada dosen hanya karena mempertanyakan kepada Ketua STP Sibolga,” cetusnya.

Sementara itu, Kordinator Forum Alumni Mahasiswa Sibolga-Tapteng (Formasita), M Yusuf Damanik menyampaikan juga dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus itu.

BACA JUGA..  Polres Asahan Berhasil Ciduk 4 Pelaku Curas

“Saya sangat yakin, Kapolres Sibolga dapat mengungkap kasus ini. Ini menyangkut nilai pendidikan kota Sibolga, jangan mengorbankan mahasiswa untuk kepentingan pribadi yang akan berdampak pada buruknya nilai-nilai pendidikan,” kata M Yusuf.

Selaras dengan visi misi Walikota Sibolga, sehat, pintar dan makmur lanjut M Yusuf, dibutuhkan ketegasan untuk memberikan efek jera,”Dan ini semata-mata untuk memperbaiki sistem pendidikan dan terhindar dari komersialisasi rektorat kampus,” tegasnya.

Ia juga berharap, para mahasiswa di kampus itu bersikap tegas dan berani mengungkap bobbroknya sistem birokrasi kampus apalagi berbau tindak pidana korupsi. “Jangan takut dengan intervensi apapun karena berani mengungkap kebenaran,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Pergerakan Indonesia Jan Hendrik Simanjuntak, merasa miris atas dugaan kasus penyalahgunaan dana bidik misi. Sebagai lembaga pendidik kampus seharusnya menonjolkan hal yang mendidik bukan mempertontonkan kebobrokan.

BACA JUGA..  Ratusan Warga Suka Maju Geruduk Kantor Bupati Karo

“Polisi harus ungkap, agar kedepanya tidak adalagi lembaga pendidikan main-main dengan dana yang diperuntukkan bagi mahasiswa,”tandasnya.

Diketahui, pelaporan ini buntut dari beberapa mahasiwa dan dosen mempertanyakan penggunaan beasiswa bidik misi, khususnya pada dana biaya hidup yang diterima mahasiswa setiap semesternya sebesar Rp 4,2 juta.

Dari pegakuan mahasiswa dan salah seorang dosen Januar Siregar, dugaan penyalahgunaan itu ‘terendus’ karena mahasiswa mengaku tidak pernah menarik dan menggunakan langsung dana biaya hidup bidik misi.

Buku tabungan, ATM beserta PIN diminta pihak kampus, dengan alasan sebagai syarat pengisian data pendukung mahasiswa penerima. (ris)

EPAPER