Ketua PKK Sumut Nawal Lubis : Perempuan Harus Lebih Berperan dalam Pembangunan Daerah

oleh -63 views
Foto Bersama pada kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan PUG Termasuk Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Bagi Anggota Focal Point PUG Provinsi Sumut yang diselenggarakan Dinas PPPA Sumut di Hotel Grandhika Setiabudi, Medan, kemarin. (Diskominfo Sumut).

POSMETROMEDAN.com – Zaman sekarang kaum perempuan tidak lagi terkungkung aturan. Perempuan bisa berkarya, berprestasi, bahkan bisa menjadi pemimpin, dan berkontribusi untuk pembangunan di daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis ketika membuka secara resmi kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Hotel Grandhika Medan, Jalan Dr Mansyur,  Medan, Senin (24/5).

“Semua perempuan bisa mengambil peran dalam pembangunan. Untuk itu, kegiatan pengarusutamaan gender  ini diharapkan bisa menjadi solusi kesenjangan bagi keterbatasan SDM kaum perempuan, serta manjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut,” ujar Nawal.

BACA JUGA..  UAS Sebut Sumut Contoh Membangun Kebhinekaan

PUG adalah pendekatan pembangunan pada sektor yang belum mengakomodir pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Menurut Nawal, ini merupakan strategi yang dilakukan secara rasional, dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan manusia, melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina yang menyampaikan materi tentang ‘Percepatan Pelaksanaan PUG’ menjelaskan, gender adalah perbedaan peran laki-laki dan perempuan, yang dibentuk oleh budaya masing-masing. Gender bukan hanya sekadar perbedaan jenis kelamin.

BACA JUGA..  Training Technology Refreshment Honda Kuatkan Skill Mekanik Sumut

Sabrina mencotohkan, peran belanja ke pasar di Indonesia cenderung dilakukan oleh perempuan, tetapi budaya di Arab Saudi, belanja ke pasar umumnya dilakukan para laki laki. “Contohnya juga peran masak memasak, adalah peran siapa? Pasti kita kompak bilang perempuan, padahal laki-laki juga bisa memasak,” ucapnya.

Peran gender bisa dipertukarkan, namun menurut Sabrina, peran kodrat perempuan dan laki-laki tidak bisa ditukarkan. “Misalkan melahirkan, itu kodratnya seorang perempuan, kan tidak bisa anak pertama dilahirkan ibu, terus anak kedua dilahirkan ayahnya,” ucap Sabrina, yang disambut tawa para peserta.

BACA JUGA..  School Holiday Promo Ajak Pecinta Honda Liburkan Boros

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela mengatakan, kegiatan PUG yang digelar pihaknya tersebut bertujuan untuk memberikan pemaham, serta untuk meningkatkan koordinasi dan jejaring pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan terkait isu gender, perempuan dan anak. (ril/red)

 

EPAPER