Kitchen of Asia Bikin Omzet Pedagang Tekstil Menurun

oleh -149 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – The Kitchen of Asia membuat omzet pedagang tekstil di kawasan Pasar Ikan Lama, Jalan Perniagaan Medan menurun.

Pasalnya, setelah progam ini dibuka, setiap hari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menertibkan dan mengosongkan lahan perparkiran di kawasan tersebut. Pengosongan lahan parkir itulah yang mengakibatkan omzet pedagang tekstil menurun drastis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berkahir.

Salah seorang pedagang tekstil di kawasan tersebut, Acong mengatakan omzet pedagang tekstil semakin menurun. Sebagai imbas dari penutupan jalan dan penertiban serta pengosongan lahan parkir oleh Dishub Medan, pada pukul 17.00 Wib setiap harinya di kawasan Jalan Perniagaan ini.

“Sudahlah masa corona membuat para pedagang tekstil omzet menurun. Tambah lagi penertiban parkir menggunakan mobil derek dan sirene pada pukul 17.00 Wib, jadi semakin menurun dan lebih hancur lagi omzetnya,” ujar Acong.

Acong juga mengungkapkan ada penertiban Dishub Medan menggunakan sirene dan mobil derek, membuat para pengunjung dan pembeli di toko tekstil ketakutan. Bahkan, para pembeli dibuat tidak nyaman karena penertiban dan penutupan jalan tersebut.

BACA JUGA..  M Rizki Nugraha Ajak Warga Amplas Tak Buang Sampah Sembarangan

“Jadi pengunjung dan pembeli panik. Diusir begitu saja karena ada penertiban parkir oleh pihak Dishub dengan menggunakan sirene dan mobil derek. Nah, ini membuat pembeli panik dan tak nyaman. Jadi takut mobil dan sepeda motornya digerek oleh mereka (Dishub),” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Pemko Medan memperhatikan nasib para pedagang tekstil di kawasan tersebut.

“Mohonlah pada pemerintah Kota Medan, perhatikan kamilah. Kalau bisa penutupan jalan dan penertiban jalan sesuai yang disepakati pada pukul 18.00 Wib. Jangan pada pukul 17.00 Wib, agar omzet kami pun tidak semakin kian menurun,” pintanya.

Kendati demikian, Acong menyebutkan ia sangat bersyukur di masa pandemi Covid-19, para pedagang tekstil kawasan Jalan Perniagaan Medan masih bisa bertahan.

BACA JUGA..  PT Pegadaian Kanwil I Medan Bagi-bagi Takjil

Namun, Acong juga berharap kepada Pemko Medan jangan menambah beban lagi dengan adanya penertiban parkir yang tak sesuai kesepakatan.

Hal senada juga diungkapkan Sumarno, rekan seprofesi Acong yang mengaku mengalami kerugian dan penurunan omzet sejak adanya penertiban parkir oleh Dishub Medan di kawasan Jalan Perniagaan, Kota Medan.

Sebab menurutnya, penertiban parkir di kawasan itu tidak sesuai dengan kesepakatan diawal.

“Jadi awalnya kita sudah menyepakati dengan pihak Kepala Dinas Perhubungan, untuk penutupan jalan dan penertiban parkir pada pukul 18.00 Wib dan itu sudah disepakati bersama,” ungkapnya.

Sumarno juga mengaku di masa pandemi para pedagang tekstil mengalami kesulitan. Bahkan, mirisnya lagi pihak pedagang di kawasan tersebut hingga pukul 16.00 Wib, barang dagangannya ada yang belum laku satu pun.

“Apalagi dengan adanya kebijakan penertiban parkir dan penutupan jalan seperti ini yang dilakukan setiap hari oleh Dishub Medan pada pukul 17.00 Wib. Mau tak mau dagangan kami pun, tak laku. Jadi, bagaiamana kami mau ngasih makan anak kami di rumah,” keluhnya.

BACA JUGA..  Kunjungi Warkop FJM, Bobby Nasution Akan Benahi Hubungan Pemko Dengan Insan Pers

Ia mengatakan para pedagang bukan tidak mengikuti dan mendukung program pemerintah Kota Medan.

“Hanya saja, pihak pedagang tidak setuju dengan adanya penutupan jalan dan penertiban parkir pada pukul 17.00 oleh Dishub Medan,” katanya.

Kemudian, Sumarno berharap kepada Pemko Medan, jangan merugikan para pedagang tekstil di Jalan Perniagaan.

Namun sebaliknya, ia berharap Pemko Medan memberi dukungan kepada para pedagang sehingga tidaknada pihak yang dirugikan.

“Jadi, Pemko Medan harus berbuat adil. Jangan pulak di kawasan kesawan dibuat yang baru, sementara di kawasan Jalan perniagaan digusur-gusur gitu parkirnya,” pungkasnya. (ali)

EPAPER