Kini PT. Sri Timur Bisa Panen Sawit, Setelah 77 Hari Menanti

oleh -112 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.COMKaryawan perusahaan perkebunan kelapa Sawit PT. Sri Timur berlokasi di Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara akhirnya bisa melakukan panen kembali, dimulai 19 April 2021.

Estate Manager PT Sri Timur, Deny H. Damanik saat dikonfirmasi wartawan (21/4/2021), mengatakan, akhirnya bisa memanen hasil kelapa sawit setelah 77 hari menanti sebab tidak bisa panen, akibat permasalahan dengan sekelompok warga pendemo.

“Kami sudah bisa panen lagi di kebun sawit PT. Sri Timur, di hari ke 78 Senin (19/4) kemarin, terhitung dari munculnya masalah,” sebutnya.

BACA JUGA..  Bhayangkari Cabang Polrestabes Medan Anjangsana ke Panti Asuhan Takaful 

Panen yang dimulai dihari ketujuh ramadhan ini, kata Damanik, merupakan anugrah. Kini pihak perusahaan dapat kembali beroperasional seperti sediakala. Harapannya, gaji ratusan karyawan dapat kembali dibayarkan secara normal.

“Gaji karyawan bisa segera terpenuhi, serta kewajiban pemberian THR (Tunjang Hari Raya) dapat direalisasikan perusahaan secara penuh dan tepat waktu,”ujarnya bersemangat.

Pihaknya, juga mengucapkan terimakasih kepada Kepolisian Polda Sumatera Utara, Polres Langkat dan Polsek P. Brandan, serta Koramil 18 Brandan Barat yang telah memberi bantuan serta jaminan pengamanan terhadap aktifitas panen dilokasi HGU perusahaan.

BACA JUGA..  Patungan, Raider 100 Beri Sumbangan Ramadhan Tuk Yatim Piatu

“Saat ini, kegiatan panen masih dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian dan TNI, berjumlah 70 personil, juga dibantu security perusahaan,” ungkapannya.

“Tujuannya, guna mengantisipasi adanya demo maupun gangguan dari pihak-pihak yang merasa keberatan,”sebutnya kembali mengungkapkan.

Selanjutnya, Damanik mengatakan, kedepan PT Sri Timur berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan menata hubungan sosial, agar hubungan harmonis serta rasa kekeluargaan antara Perusahaan dan masyarakat Desa Sei Tualang dan Desa lain disekitarnya, terjalin semakin baik.

BACA JUGA..  Pekerja di Tanah Karo Masih Minim Terdaftar di BPJS Ketenaga Kerjaan

Damanik juga berharap, proses penegakan hukum kepada 5 (lima) tersangka kerusahan, yang mengakibatkan berhentinya operasional perusahaan dan mengalami kerugian miliaran rupiah, terus berproses sesuai hukum berlaku.

“Semoga kerusuhan ini menjadi pembelajaran semua pihak, serta tidak terulang kembali,”ujarnya. (yan)

EPAPER