Topan Permana Dibunuh 13 Tahanan Polsek Lubuk Pakam

oleh -4.246 views
REKA ulang kasus pembunuhan di tahanan Polsek Lubuk Pakam. (aswar/posmetro)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Topan Permana (31) warga Gang Bunga Dusun I Desa Bakaranbatu, Kecamatan Lubukpakam, dibunuh oleh 13 tahanan di sel Polsek Lubukpakam, Desember tahun lalu. Rabu kemarin (10/3/2021), kejadian tersebut direkonstruksi Sat Reskrim Polresta Deliserdang, di tempat kejadian.

Reka ulang itu dipimpin Kanit Pidum Iptu Natanael Sitepu, didampingi Kasubnit Ipda Ricardo Bancin, disaksikan kuasa hukum tersangka Firnando Pangaribuan, JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Deliserdang, Nara Valentina Naibaho dan Daniel Sinaga, serta penasehat hukum korban dan pihak keluarga korban.

BACA JUGA..  17.716 Personil Polda Sumut Telah divaksin

Sementara para tersangka yang sudah ditahan, masing-masing; DH (37), MSAS (24), RSS (15), Ku (34), MHSS, IS (23), APS (25), So (50), DI (22), JJS (42), DASN (27), Su (23), dan MB (35).

Reka ulang 26 adegan itu menjelaskan korban dianiaya selama 2 hari di sel tahanan usai menjalani pemeriksaan, dipicu korban tersangka dugaan penipuan dan penggelapan sepeda motor Honda Scoopy milik mertua DH.

Dari rekon diketahui ketika korban Topan Permana memasuki sel tahanan, dia menginjak kaki tersangka DH, sehingga DH bersama temannya yang lain ikut melakukan penganiayaan. Petugas yang mengetahui pertengkaran di sel, membawa korban menjalani perawatan akibat luka ke klinik, Sabtu (19/12/2020), pukul 13.30 WIB.

BACA JUGA..  Kapolresta Deli Serdang Resmikan Polsek Pantai Labu dan Polsek Bandara

Setelah menjalani perawatan, korban kembali dimasukkan ke sel tahanan. Ternyata tindakan penganiayaan terhadap korban kembali dilakukan 13 tahanan lainnya, hingga korban mengalami luka robek di bagian kepala, mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah, Minggu (20/12/2020), pukul 16.30 WIB.

Korban yang ditemukan sudah kritis dilarikan petugas ke RSUD Deliserdang di Lubukpakam. Namun oleh tim medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

BACA JUGA..  Gelapkan Sepmor Pegawai Pengadilan Agama, 5 Pria Diciduk Polsek Lubuk Pakam

Sementara orangtua korban Kamaruddin alias Ucok Kubu (58) mengatakan keberatan atas rekonstruksi yang digelar. Luka robek di bagian kepala dan luka lainnya ditubuh korban, menurutnya dilakukan para tersangka menggunakan alat atau benda lain.

Namun pada rekonstruksi itu dijelaskan korban dianiaya hanya menggunakan tangan. Dengan itu, dia meminta agar rekonstruksi diulang sehingga otak penganiayaan dapat terbukti. (asw)

EPAPER