Mantap! Bayar Uji KIR Sekarang Bisa Melalui Qris dan Qren Bank Sumut

oleh -2.741 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Bank Sumut kembali memperluas pelayanan digitalnya dengan melaunching Pembayaran uji KIR Kendaraan Bermotor di Kota Medan.

Pembayaran uji KIR tersebut sudah bisa dilakukan secara non tunai dimana saja dan kapan saja.

Sebab Pembayaran non tunai dapat dilakukan melalui Bank Sumut T-Money, Qris dan Qren.

Pembayaran Uji KIR non tunai ini dilaunching Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM di Kantor UPT PKB Amplas, Selasa (16/03).

Diharapkan melalui pembayaran non tunai yang berkolaborasi dengan Bank Sumut ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Launching Pembayaran Uji KIR Non Tunai ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Medan didampingi Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo, Dirut Bank Sumut Muhammad Budi Utomo, Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori dan Unsur Forkopimda Kota Medan.

Dikatakan Wali Kota, Pemko Medan selalu berkolaborasi dengan semua pihak dan stakeholder untuk dapat meningkatkan PAD Kota Medan.

Salahsatunya pembayaran tunai yang secara perlahan dapat dikurangi.

Hal ini merupakan target Pemko Medan karena pembayaran tunai erat kaitannya dengan kecenderungan tidak transparan yang dilakukan beberapa oknum.

Menurut Wali Kota Medan, sistem pembayaran tunai pelan- pelan dapat ditinggalkan.

Apalagi saat ini kita masuk di era 4.0, untuk itu Pemko Medan harus siap menyambut era tersebut salah satunya dengan pembayaran non tunai.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Medan.

“Saya apresiasi hari ini Uji KIR pembayarannya sudah non tunai melalui T-money, Qris dan Qren yang bekerjasama dengan Bank Sumut. Kedepan tidak hanya di KIR tetapi di semua aspek yang saat ini masih menggunakan pembayaran tunai”, kata Wali Kota Medan.

Dijelaskan Bobby, target kedepan adalah pembayaran parkir juga akan melalui non tunai.

Untuk itu Pemko Medan juga meminta bantuan dan dukungan dari Bank Sumut untuk merealisasikan pembayaran parkir non tunai tersebut.

Sebab parkir salahsatu penyumbang PAD terbesar di Kota Medan.

Artinya pembayaran maupun retribusi yang harusnya masuk ke kas daerah dapat dioptimalisasi agar PAD meningkat sehingga Pembangunan Kota Medan juga akan meningkat.

“Dengan berkolaborasi tentunya memiliki kekuatan yang besar untuk mewujudkannya. Setelah pembayaran Uji KIR melalui non tunai, 2 minggu kedepan kita targetkan pembayaran parkir melalui non tunai,” kata Bobby.

Lokasi pertama yang menjadi percontohan di kawasan Kesawan yang akan menjadi Lokasi The Kitchen of Asia.

Jika berhasil maka PAD kota Medan akan meningkat.

“Kami memohon dukungan semua pihak untuk mewujudkannya, dengan semangat kolaborasi kami optimistis akan terwujud. Terima kasih untuk Bank Sumut yang telah memfasilitasi Pemko Medan untuk pembayaran non tunai,” ujar Bobby.

Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo menjelaskan Bank Sumut juga berkomitmen untuk senantiasa hadir dalam program program Pemerintah dalam rangka pelayanan publik dengan terus beradaptasi membangun layanan berbasis digital sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan new normal dan sebagai bagian dari wujud komitmen Bank Sumut dalam implementasi elektronifikasi Transaksi Pemda.

“Tentunya Bank Sumut berharap, Penggunaan QRIS QREN dari Bank Sumut ini nantinya dapat diterima dan dipergunakan oleh masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota Medan, dan meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai,” ujar Budi Utomo.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar S.SiT MT menjelaskan, sistem pembayaran nontunai ini sebagai dukungan dari visi misi Wali Kota Medan yaitu Medan Berkah yang dapat diimplementasikan dengan Pemerintahan yang bersih dengan memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat tanpa ada lagi pembayaran non tunai.

Menurut Iswar, sistem pembayaran non tunai untuk Uji KIR ini terwujud karena adanya kolaborasi dengan Bank Sumut.

Untuk tahap pertama kita akan menggunakan QRIS, ini adalah pembayaran nontunai berbasis barcode.

Nanti di tahap kedua, baru perluasan channel dapat dilakukan. Selain itu juga dapat melakukan transaksi melalui transfer Bank.

“Tahap pertama, pembayaran Retribusi Uji KIR secara nontunai dengan QR code, melalui QRIS. Nantinya setiap nasabah ataupun customer, bisa melakukan pembayaran melalui QR apa saja,” kata Iswar.

“Contohnya bisa dengan OVO, Link Aja, Go-Pay, Danaku, dan sebagainya yang sifatnya melalui QR, itu bisa dilakukan,” sambungnya.

Jadi, kata Iswar, tidak ada lagi peredaran uang tunai dan yang terpenting retribusi akan langsung masuk ke kas Pemko Medan.

Dijelaskan Iswar, pembayaran Uji KIR non tunai ini selain di UPT PKB Amplas juga berlaku di UPT PKB Pinang Baris.

Untuk mempermudah masyarakat, Dishub dan Bank sumut akan menempatkan petugas sebagai pemandu.

“SDM yang dibutuhkan untuk mengelola sistem tersebut sudah siap dan sarana pendukungnya juga telah tersedia. Kita butuh kesiapan dari pada masyarakat sendiri yang membutuhkan pelayanan. Semuanya sudah by sistem,” pungkasnya.(ril)