MANDIRI SYARIAH

Tahan Presiden, Militer Kudeta Pemerintahan Myanmar

oleh -103 views
TEGANG : Ibukota Myanmar tegang setelah kudeta yang dilakukan pihak militer terhadap pemerintahan.(CNNIndonesia)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kudeta terjadi di Myanmar. Pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden dari partai penguasa ditangkap. Setelah itu, militer mendeklarasikan keadaan darurat setahun.

Myawady TV milik militer membuat pengumuman, Senin (1/2/2021) pagi. AFP melaporkan tentara militer juga menguasai balai kota Yangon.

Lima truk berisi pasukan masuk ke dalam kompleks balai kota dan tentara mengusir orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Militer juga menunjuk seorang jenderal sebagai pejabat presiden.

Militer mengatakan langkah ini diperlukan guna menjaga “stabilitas negara” di tengah ketidakberesan Pemilu 2020.

Sebelumnya, Suu Kyi ditangkap bersama Presiden Win Myint dan ditahan di ibu kota Naypyidaw. Di tempat lain, menurut sumber partai Menteri Utama Negara Bagian Karen dan beberapa menteri regional lainnya juga ditahan.

“Kami mendengar mereka diambil militer. Dengan situasi yang kita lihat terjadi sekarang, kita harus berasumsi bahwa militer sedang melakukan kudeta,” kata Juru Bicara NLD Myo Nyunt kepada AFP.

Partai Suu Kyi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) sebelumnya memenangkan Pemilu. Pemungutan suara di Myanmar di lakukan November lalu.

Ini merupakan pemilu demokratis pertama Myanmar keluar dari cengkeraman militer yang berkuasa selama 49 tahun di negara itu pada tahun 2011. NLD menyapu bersih pemungutan suara.

Hal itu memberi harapan Suu Kyi (75) bisa memperbarui kontrak kekuasaan dengan masa jabatan lima tahun yang baru. Tetapi militer selama berminggu-minggu mengeluh bahwa pemilihan penuh kecurangan.

Militer mengklaim telah mengungkap lebih dari 10 juta contoh penipuan pemilih. Mereka menuntut komisi pemilu yang dikelola pemerintah merilis daftar pemilih untuk pemeriksaan silang.

Pekan lalu, panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing, orang paling kuat di negara itu, mengatakan konstitusi 2008 negara itu bisa “dicabut” dalam keadaan tertentu. Pernyataan Min Aung Hlaing, datang saat rumor kudeta marak.

Ini meningkatkan ketegangan di dalam negeri dan mendapat peringatan dari lebih dari selusin kedutaan asing dan PBB. Sebelumnya Myanmar mengalami kudeta dua kali sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1948. Masing-masing, tahun 1963 dan 1988.(cnbc)