Pembangunan Dua Gedung di SMKN I Kutacane Sesuai Kontrak

oleh -94 views

⏩ Gedung Yang Tertimpa Tower dan Angin Puting Beliung Akan Direhab

POSMETROMEDAN.com – Berbagai tudingan miring dialamatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Kutacane. Mulai dari kutipan penerimaan siswa baru hingga pembangunan yang tidak sesuai kualitas. Mendapat penilaian negatif seperti itu, Kepala Sekolah (Kepsek) Drs.Jamidin, SB menegaskan hal itu tidak benar.

“Semua tudingan itu tidak benar. Bahwa disebut pembangunan di sekolah ini rusak sebelum waktunya, itu adalah karena tertimpa bangunan tower yang roboh,” tegasnya.

Dijelaskannya, pembangunan gedung Lembaga Sertifikasi Profesi dan Gedung Revitalisasi di SMKN I Kutacane, Aceh Tenggara (Agara), sudah dikerjakan sesuai aturan peraturan yang berlaku.

BACA JUGA..  Seluruh Pengusaha Langkat Harus Siap dengan Era Digital

Kedua unit bangunan gedung dikerjakan sesuai gambar yang yelah disetujui berbagai pihak yang berkompeten terhadap pembangunan tersebut.

“Bangunan gedung ini tidak ada yang bermasalah karena sudah serahterima sesuai aturan masa itu dari pusat juga dihadiri konsultan. Proyek swakelola satu unit bangunan dibiayai APBN tahun 2017 lalu, yang satu unit lagi juga dibiayai APBN 2019. Jadi kalau ada tudingan bangunan ini asal jadi, itu adalah fitnah,” tegasnya kepada posmetromedan.com, kemarin siang.

BACA JUGA..  Seluruh Pengusaha Langkat Harus Siap dengan Era Digital

Sebelumnya salahsatu LSM di Agara mengkonfirmasi kerusakan kedua bangunan sekolah tersebut kepada Drs.Jamidin, SB. Disebutkan, kondisi dua unit gedung tersebut saat ini sudah mengalami kerusakan terutama bagian plafon, hal ini diduga akibat bahan yang dibeli harga murahan.

“Saya pertegas lagi, kerusakan gedung satu unit akibat diterpa bangunan tower roboh namun hal ini juga secepatnya kita perbaiki. Soal lantai dua gedung yang belum memiliki keramik namun hanya dikerjakan dengan coran semen biasa, itu memang pekerjaannya seperti itu sesuai gambar. Dan, saya jelaskan anggaran pembangunannya Rp450 juta,” terang Jamidin menambahkan.

BACA JUGA..  Seluruh Pengusaha Langkat Harus Siap dengan Era Digital

Masih Jamidin, katanya, sejak penenderan dilakukan pembangunan dua gedung itu hingga finis, sudah sesuai isi kontrak dan bestek. Proses pembangunannya pun ditinjau pengawas dari Aceh.

“Dan jikalau ada yang rusak akibat angin puting beliung baru-baru ini. Untuk merehab nya akan kita usulkan dana ke pusat untuk angaran Tahun 2021,” terang Drs.Jamidin, SB diamini Saipul Bahri S.Pd. M.Si selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh tengara. (abadi selian/tobing)