Lempari Polisi, Puluhan Pendemo Omnibus Law Ditangkap

oleh -74 views

POSMETROMEDAN.com – Aksi demonstrasi di Medan berakhir ricuh, Kamis (8/10/2020). Pendemo yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Sumut melempari polisi.

Massa kocar-kacir setelah dikejar pihak Kepolisian. Massa yang tadinya berkumpul di depan gedung DPRD Sumut, kini berpencar.

Mereka kabur ke Jalan Kapten Maulana Lubis. Massa terus melempari polisi dengan menggunakan batu dan kayu.

Massa juga merusak fasilitas umum. Massa terus menjauh hingga ke arah Lapangan Merdeka Jalan Kesawan Medan.

Polisi terus mengejar sambil berulangkali menembakkan gas air mata. Puluhan pendemo yang melakukan aksi anarkis berhasil diamankan.

Saat ini pendemo masih bertahan. Meski ditembakkan gas air mata, para pendemo tetap menyerang polisi.

Bahkan salah seorang pendemo tertangkap membawa senjata tajam. Ratusan personel kepolisian masih berjaga-jaga dan menghalau pendemo yang terus menyerang

Diketahui, DPR bersama pemerintah pada akhirnya sepakat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi undang-undang. Kesepakatan itu diambil melalui hasil rapat paripurna pada Senin (5/10).

Proses pengesahan RUU Cipta Kerja diwarnai dengan perdebatan hingga menimbulkan ketegangan sampai Fraksi Partai Demokrat walk out dari sidang paripurna.

UU Cipta Kerja mengatur bermacam-macam aspek yang digabung menjadi satu perundang-undangan. Atau bisa dikatakan satu undang-undang yang mengatur banyak hal.

Omnibus Law ini memiliki 79 undang-undang dengan 1.244 pasal. Undang-Undang direvisi agar investasi dapat semakin mudah masuk di Indonesia.

Namun, para buruh bakal dirugikan dengan hak-haknya yang semakin dipangkas.(bbs)