POSMETRO MEDAN – Kepolisian Resort (Polres) Humbang Hasundutan (Humbahas) , sudah melakukan penyelidikan apa penyebab dugaan keracunan puluhan pelajar , dan satu guru usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Lintongnihuta, Rabu (01/04/2026).
Kepada wartawan, Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan, bahwa tim dari satuan reskrim telah turun ke lapangan untuk menelusuri kejadian tersebut.
Sebelumnya, pihak Polres Humbahas mencatat sebanyak 18 orang diduga keracunan usai menyantap makanan bergizi.
Diantaranya, 5 pelajar, dan satu guru dari SMA Negeri 3 Lintongnihuta. Mereka adalah, Elisa simarmata, Pr, 17 tahun Anisa Tumanggor, Pr, 18 tahun, Suhardi Lumbantoruan, Lk, 18 tahun, Bungaria Lumbantoruan, Pr, 16 tahun, Rini Nababan, Pr, 19 tahun, Guru Melva sitinjak, Pr, 46 tahun.
Dan, 12 pelajar dari SMP Negeri 016 atau sebelumnya SMP Negeri 03 Nagasaribu. Diantaranya, lima pelajar sempat dirawat di RSUD Doloksanggul, Messi Lumban Toruan, 11, laki-laki , Philip Sianturi, 13 tahun, Laki-laki, Nagasaribu 2, Mona Siburian, 14 tahun, Perempuan, Lumban Barat, Rere Rivaldo Hutasoit, 14 tahun, Laki-laki, Nagasaribu 3, Selviana Purba, 14 tahun, Perempuan, Nagasaribu 3.
Sedangkan, lima pelajar lainnya, sempat dirawat di Puskesmas Lintongnihuta. Mereka adalah, Edison Situmorang, Lk, 13 tahun, Reza Nababan, Lk, 13 tahun, Astron Lumban Toruan, Lk, 13 tahun, Ririn Sihombing, Pr, 13 tahun, Riska Pohan, Pr, 13 tahun.
” Sedangkan, dua pelajar masih dirawat di RSUD Doloksanggul, Dame Siregar, 13 tahun, perempuan, dan Lince Hutasoit, 13 tahun, perempuan. Kita juga baru dapat info bahwa yg 2 orang opname hari ini sdh bisa pulang,” jelas Jafar.
Dijelaskannya, pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan turun ke lokasi. Dengan mendatangi sejumlah pihak, diantaranya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Holong Ondolan Nagasaribu, siswa, dan orangtua.
Selain, pihak ini juga telah mendatangi ahli gizi guna mengetahui penyebab kepastian kejadian tersebut.
” Sejauh ini, telah dilakukan interogasi terhadap sejumlah pihak, antara lain siswa, orang tua, Kepala SPPG Holong Ondolan Nagasaribu, serta ahli gizi, guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut,” terangnya.
Jafar, lebih lanjut menyampaikan, untuk hasil medis, pihaknya belum dapat mengetahui, dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
” Untuk hasil medis, hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa yang sedang ditangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
” Sebelum langkah lebih lanjut, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, serta keputusan dari BGN,” pungkasnya.
Diberitakan, puluhan siswa dan satu guru SMA Negeri 3 Lintongnihuta, harus dilarikan ke rumah sakit , lantaran diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), Rabu (01/04/2026).
Diduga, mereka keracunan usai mengonsumsi menu makanan yang dari ikan dencis, dan sayuran. Para siswa, mengalami gejala pusing, lemas, dan sesak.
Seperti disampaikan oleh, Lince boru Hutasoit (13) kelas VIII, dan Dame Taruli boru Siregar (13) kelas VII, pelajar dari SMP Negeri 016 Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta, menyampaikan bermula ketika mereka menerima menu MBG dari SPPG Holong Ondolan yang berada di Desa Nagasaribu.
Menu yang disajikan saat itu, mulai nasi putih, sayur, buah-buahan, ikan dencis. Tidak lama, setelah menyantap menu makanan tersebut, mereka mulai lemas, muka bermerah, dan sesak.
” Muka saya bermerah, lemas, dan sesak,” kata Lince saat diwawancarai diruangan anak RSUD Doloksanggul didampingi ayahnya Parlindungan Hutasoit (54).
Begitu juga yang dirasakan oleh, Dame. Ia yang didampingi oleh oppung borunya (nenek) bernama Tiani boru Sinaga mengaku, usai menyantap makan bergizi lemas, dan sesak.
” Sesak disini (tangannya menunjukkan ulu hati) sampai sekarang,” katanya.
Kedua pelajar ini diantara dari 18 orang yang diduga keracunan, salah satunya guru sebelumnya sempat mendapat penanganan di Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Doloksanggul.
Ironisnya, insiden keracunan makanan seperti ini, baru pertama kali terjadi di Kabupaten Humbahas.
Kepala Dinas Pendidikan Martahaan, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 016 Nagasaribu , belum memberikan tanggapan terkait peristiwa yang menimpa pelajar ini.
Begitu juga, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Alexander Gultom. Mantan ASN dari Pemkab Tapanuli Utara ini, malah mengaku, tidak dapat memberikan informasi seputar Dugan keracunan makan bergizi gratis MBG.
” Izin tulang, kebetulan utk pemberi informasi menyangkut MBG /SPPG ada pada pak kadis pendiidkan sebagai Kasatgas. Mohon maaf tulamg,” elaknya menjawab via WhatsApp.
* Lince, Dame Tidak Memiliki Riwayat Sakit Lambung
Sementara, Parlindungan, orangtua Lince mengaku, terkejut mendengar anak keenamnya ini dari enam bersaudara keracunan usai makan bergizi gratis (MBG).
Ia pun, dari rumahnya bergegas ke puskesmas untuk mendapatkan Lince.
” Saya sampai di puskesmas, dia (Lince) sudah dibawa ke rumah sakit,” terangnya.
Kasus dugaan keracunan ini, heboh ditengah masyarakat Humbahas, khususunya warga Lintongnihuta.
Lince, ternyata selama ini tidak pernah memiliki riwayat penyakit sakit perut atau lambung.
” Tidak pernah, dibawa ke bidan, ke puskesmas pun tidak pernah,” kata Parlindungan ketika disinggung soal riwayat Lince, apakah pernah memiliki penyakit perut atau lambung.
Begitu juga, pengakuan oppung boru (nenek) Dame, siswa kelas VII inii.
Tiani menegaskan, sejak cucunya ini diasuh mulai kelas VII, tidak pernah ada riwayat sakit perut atau lambung. ” Sehatnya dia, kebal, tidak pernah sakit,” katanya.ds
EDITOR : Putra












