POSMETRO MEDAN – Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan kemungkinan mengirim kapal perang ke kawasan Selat Hormuz di Timur Tengah untuk membantu mengamankan jalur pelayaran minyak dunia yang kini berada dalam situasi tegang.
Langkah ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta negara-negara sekutu, termasuk Jepang, ikut membantu mengawal kapal tanker yang melintasi selat strategis tersebut di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Mengutip AFP, Minggu (15/3/2026), Laut AS disebut akan segera mulai melakukan pengawalan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz. Washington kemudian meminta dukungan dari sejumlah negara mitra guna memperkuat operasi keamanan di jalur vital energi global tersebut.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat dalam dua pekan terakhir setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk, memicu lonjakan harga minyak dunia.
Penasihat kebijakan senior Jepang, Takayuki Kobayashi, mengatakan pemerintah Tokyo saat ini masih menimbang berbagai aspek hukum dan keamanan sebelum mengambil keputusan terkait pengerahan kapal Angkatan Laut Jepang.
“Ambang batas untuk mengirim kapal perang sangat tinggi. Kami tengah mempertimbangkan kemungkinan tersebut berdasarkan hukum Jepang yang berlaku,” ujar Kobayashi.
Ia menegaskan bahwa secara hukum Jepang tidak menutup kemungkinan mengirim kapal militer ke luar negeri. Namun, situasi konflik yang masih berlangsung membuat keputusan itu harus dipertimbangkan secara sangat hati-hati.
Bagi Jepang, pengerahan Pasukan Bela Diri ke luar negeri merupakan isu yang sensitif secara politik. Negara itu secara resmi menganut prinsip pasifisme dan masih berpegang pada Konstitusi 1947 yang menolak perang sebagai instrumen politik negara.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, sebelumnya juga menegaskan bahwa pemerintahnya belum mengambil keputusan terkait kemungkinan mengirim kapal perang ke Timur Tengah.
Takaichi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington dalam pekan ini untuk bertemu Presiden Donald Trump. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk konflik Iran dan keamanan kawasan Asia-Pasifik.
Kobayashi berharap pertemuan tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai maksud Washington dalam meminta negara-negara sekutu ikut memperkuat pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz.
Menurutnya, koordinasi antara Tokyo dan Washington menjadi penting agar tidak terjadi kekosongan dalam kerangka keamanan di Asia Timur di tengah meningkatnya ketegangan global.
Di sisi lain, perkembangan situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian serius bagi Jepang. Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, stabilitas jalur pelayaran tersebut merupakan kepentingan vital bagi perekonomian Jepang.(*)
SUMBER: CNN
EDITOR: Hiras Budiman












