Akhirnya, Wabup Humbahas Bongkar Isi Curahan Hatinya Sekaitan Ada Segelintir Oknum Mengambil Kesempatan Pada Launching MBG

oleh
Wabup Humbahas.

POSMETRO MEDAN – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Junita Rebeka Marbun, akhirnya membongkar isi curahan hatinya.

Sebelumnya, menjadi perhatian publik lewat akun facebooknya pada 24 September 2025, sekaitan ada segelintir oknum yang mengambil kesempatan pada peresmian Dapur MBG Yayasan Parhobas, 19 September 2025 lalu.

Tenyata, menurut Junita , bahwa segelintir oknum dimaksud dia yang mengambil kesempatan launching Dapur MBG nya adalah pihak Bidang Protokoler Setdakab Humbahas, yang padahalnya tidak memiliki kaitan soal launching Dapur MBG miliknya.

Pada pertemuan dengan sejumlah pers belum lama ini, Junita, istri dari Febri Wibawa Parsa Sihombing ini mengungkap sederet fakta mengenai peresmian itu.

Junita, buka-bukaan tentang peresmian itu mulai perencanaan sebelum launching, menyusun kegiatan atau disebut rundown dari peresmian, pemotongan pita, hingga penandatanganan MOu.

Diceritakanya, soal itu berawal dari rundown atau susunan kegiatan yang telah disepakati dirinya dengan Protokoler Kemenko Pangan.

Dari rundown itu, Menko Pangan Zulkifli dan rombongan diantaranya Kepala BGN diwakili Deputi Promosi dan Kerjasama, serta tenaga ahli BGN usai disambut dari Bandara seyogianya langsung meresmikan Dapur MBG Yayasan Parhobas.

Namun, rundown tiba-tiba berubah, Menko dan rombongannya, malah menuju ke Yayasan Holong do Ondoloan yang juga berupa kegiatan peresmian Dapur MBG yang turut dihadiri saat itu, Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan, beserta jajarannya.

BACA JUGA..  Perjalanan Mencari Nafkah Berakhir Tragis, Tewas Ditabrak Kereta Api

Menurutnya, dalam rundown yang sudah disepakati antara protokoler pihaknya dengan protokoler Kemenko Pangan, tidak ada melakukan kunjungan ke Yayasan Holong do Ondolan. Dan, ini pun menjadi pertanyaan dirinya dan pihak protokoler Kemenko Pangan turut bingung dan bertanya kepada Junita.

” Ini kok jadi duluan ke Yayasan Holong do Ondolan dan sepertinya sudah mereka persiapkan sebelumnya. Ada apa dengan protokoler Pemkab Humbahas? protokoler dari Kemenko Pangan pun turut mempertanyakan hal tersebut, apakah seizin dari Yayasan Parhobas, kami sama-sama kebingungan ungkap,” ungkap Junita.

Lebih lanjut ia menceritakan, perubahaan rundown juga terjadi lagi pada saat peresmian Dapur MBG miliknya. Dimana, Menko yang disambut oleh pihak-pihaknya, turut juga dirinya mendampingi, tiba-tiba saja saat Menko melakukan pengguntingan pita ada dua gunting.

Ia melihat, gunting satu lagi untuk Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan, yang tidak masuk dalam rundown peresmian Dapur miliknya.

Padahal, menurutnya, dalam rundown yang telah disusunnya hanya satu gunting khusus untuk Menko Pangan.

” Kenapa ada dua gunting? Knapa Bupati Humbahas Doktor Oloan P Nababan ikut melakukan gunting pita? yang seyogyanya hanya Bapak Menko Pangan saja. Bahkan acara yang harusnya masih ada waktu kira-kira 15 menit lagi di acara peresmian tapi dipercepat, dengan pembohongan katanya sudah ditunggu di TSTH2. Padahal setibanya di lokasi TSTH2, tidak ada yang ditemui karena kami yang lebih dulu hadir,” katanya sembari juga menceritakan bahwa tidak ada hubungan kunjungan kerja Menko Pangan ke TSTH2.

BACA JUGA..  Persiapan Pelantikan Serentak. DPD PAN Deliserdang Siap Hadirkan Ribuan Kader Sambut Zulhas

Tidak hanya itu, rundown juga berubah lagi sekaitan penandatanganan MOu. Ternyata, terbongkar dalam penandatanganan MOu, pihak Bidang Protokoler Setdakab Humbahas mengubah dengan memaksakan konsep dari Dinas Kopenaker.

Dengan mengubah, agar Pemkab Humbahas yaitu Bupati menjadi turut menandatangani MOU antara Yayasan Parhobas dengan Kopdes Merah Putih Kecamatan Pollung.

Menurutnya, padahal pihak Yayasan Parhobas telah berkoordinasi dengan Deputi dari Kemenko Pangan bahwa yang menandatangani MOU hanya dari pihak-pihak tertentu, sementara Menko Pangan dan rombongan hanya bersifat menyaksikan.

” ini diubah yang memaksakan agar Pemkab Humbahas yaitu Bupati menjadi turut menandatangani MOU antara Yayasan Parhobas dengan Kopdes Merah Putih Kecamatan Pollung yang seharusnya hanya cukup turut menyaksikan saja bersama bapak Menko Pangan dan BGN,” katanya lagi

” Pokoknya, banyaklah perubahan yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan oknum-oknum tertentu untuk merusak rangkaian acara peresmian tersebut,” katanya menambahkan.

Ia pun menduga, dalam hal ini Protokoler Setdakab Humbahas merubah rundown yang sudah disepakati Yayasan Parhobas Sirisirisi dengan Kemenko Pangan.

BACA JUGA..  Jual Beli Ayam Tarung Asal Thailand Hasil Sitaan, Diduga Melibatkan Oknum Pejabat Balai Karantina Sumut

” Seandainya memang punya keinginan untuk dihadiri Bapak Menko akan lebih terhormat kalo bicara langsung dengan kami. Diduga, protokoler Pemkab Humbahas mengambil kesempatan untuk merusak rangkaian acara peresmian Dapur MBG Yayasan Parhobas Sirisirisi. Hal ini membuat citra yang tidak baik bagi Pemkab sendiri,” ungkap Junita.

Pun begitu, Junita menyadari bahwa dalam perjalanan hidup tidaklah begitu mudah untuk dicapai. Pasti ada saja dinamika, maupun rintangan. ” Kita tetap berpegang pada keyakinan bahwa niat baik, kerja keras, serta kebersamaan akan selalu menemukan jalan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Protokoler Setdakab Humbahas Irma Simanungkalit membantah ada melakukan perubahan rundown pada kegiatan Dapur MBG Yayasan Parhobas, pada 19 September 2025 lalu.

Menurut dia, bahwa pihaknya hanya mengikuti dan mendampingi Menko Pangan sesuai protokoler Kemenko.

“Kunjungan Menko Pangan ke Yayasan Holong do Ondolan, sesuai arahan dari protokoler Kemenko, kami cuma mengikuti dan setahu saya tidak ada perubahan,” kata Irma.

Disinggung terkait penandatanganan MoU, Irma yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kominfo mengaku, itu Dinas Kopenaker. ” itu wewenang Dinas Kopenaker dan kalaupun ada terjadi perubahan mengenai penandatanganan, saya tidak tahu dan setahu saya tidak ada perubahan,” katanya disaat diruangan rapat kerja Dinas Kominfo.ds

EDITOR : Rahmad