Jalan di Angkola Selatan-Tapsel Hancur Lebur, Ribuan Masyarakat Menderita

oleh
Inilah kondisi jalan di Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang rusak parah. Ribuan masyarakat disana menderita akibat akses ke desa mereka sulit dilalui. Jalan ini difoto pada Jumat (13/1/2023) kemarin. (Amran Pohan/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Jalan menghubungkan Mosa Jae dan Mosa Palang, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ‘hancur lebur’. Masyarakat disana sangat mengeluhkan kerusakan badan tersebut.

Ribuan jiwa yang bermukim dan bertani di kawasan itu sangat mendambakan perbaikan, agar penderitaan warga teratasi dari segi lancarnya tranportasi (pengangkutan). Mereka memohon perhatian perbaikan jalan kepada Pemkab Tapsel.

“Setiap hari kami melintas. Tantangan akan semakin berat di saat musim hujan. Tolong kami bapak-bapak di pemeritahan,” ungkap Saipul dan Aswin, warga dan petani setrmpat, melalui wartawan, Kamis (12/1/2023).

BACA JUGA..  Langkat Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional, Ini Tanggapan Bupati

Dijelaskan, kondisi jalan yang kupak-kapik dengan panjang sekitar 10 km itu, sangat berdampak buruk terhadap kondisi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dimana, anak-anak mereka tentu kesulitan menuju bangku sekolah. Selain itu, hasil bumi juga susah diangkut sehingga membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Bahkan, kesehariannya warga juga mengeluhkan semakin terbatasnya silaturahmi warga antar dusun dan desa disekitar itu, akibat sulitnya melintasi badan jalan.

Menurut mereka, beberapa tahun sebelumnya, kondisi jalan tidak seperti ini. Tetapi akibat kurangnya perhatian berupa peningkatan pembangunan, ataupun perawatan jalan,  bahkan langkah pembatasan tonase kendaraan yang tidak pernah diperhatikan , membuat jalan cepat  rusak, seperti kondisi saat ini.

BACA JUGA..  Dukung Kampung Binaan Polres Langkat, Ketua PPK Sumbangkan Sepeda Gunung

“Jalan russk parah, karena dilintasi truk pengakut kayu dan sawit, yang melebihi tonase. Ini jalan kabupaten, tapi sering dilintasi kendaraan bertonase di atas delapan ton,” sebut warga seraya menyebut, sebelumnya, jalan ini walaupun belum diaspal secara keseluruhan,  tidaklah sejelek sekarang ini, tetapi hancur sejak satu tahun terakhir, akibat kurangnya perawatan dsn pembatassn tonase kenderaan yang melintas.

Warga menyampaikan, sangat berharap kepada Bupati Tapsel melalui instansi terkait, agar memperhatian pembangunan jalan yang rusak parah itu. Karena bagaimanapun, rakyat yang bermukim dan berusaha di wilayah itu adalah penduduk Tapsel.

BACA JUGA..  Dukung Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Bobby Nasution Harapkan Percepatan Infrastruktur di Kepulauan Nias

Apalagi, warga juga mengetahui dari media bahwa di tahun 2022, Tapsel memiliki dana (anggaran) tersisa sekitar Rp 300 miliar. Kiranya dapat memprioritaskan sebagian dana itu, untuk pembangunan jalan rusak parah di Mosa.

“Tolong kami, pakailah uang itu 5 persen saja, dariuang yang menganggur itu untuk membangun jalan yang kupak-kapik ini,” pinta warga. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing