POSMETROMEDAN.com – Tercapainya target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) suatu daerah, jika pimpinan daerah fokus dan mampu memilih skala prioritas program pembangunan, yang dituangkan dalam APBD setiap tahunnya, dan dieksekusi sesuai regulasi. Akan tetapi target tersebut tidak akan tercapai apabila kepala daerah sibuk dan fokus hanya pada pencitraan belaka.
Hal ini diutarakan mantan Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu pada acara Kaderisasi Tingkat Dasar (KDT) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Padang Sidempuan dalam menyongsong Hari Pahlawan ke-77 tahun 2022.
“RPJMD itu penjabaran visi misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang disesuaikan dengan RPJMN/P dan RPJPN/P dan dibahas bersama DPRD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang “wajib diwujud nyatakan,” terangnya.
Kaderisasi GMNI ini digelar sejak Jum’at (4/11/2022) sampai Minggu (6/11/2022) di aula SMK Abdi Negara, Padang Sidempuan (Psp). Syahrul Pasaribu tampil sebagai narasumber dan diminta panitia membawakan materi tentang ‘reformasi birokrasi’.
Dijelaskan, birokrasi adalah sebuah tatanan yang terdiri dari aparatur dan lembaga. Bekerja dalam sebuah kerangka regulasi dan aturan untuk mencapai tujuan tertentu. Kerjasama tim dan pemberdayaan aparatur menjadi kunci utama keberhasilan kinerja.
Dimasa lalu atau sebelum konsep reformasi birokrasi diterapkan pemerintah, semua kegiatan itu tersentralisasi ke pusat, sehingga kreasi dan inovasi daerah tidak berkembang. Akibatnya, tujuan yang ditargetkan sulit tercapai. Sedangkan di era reformasi dan desentralisasi atau era otonomi daerah keadaannya sudah berbanding terbalik yaitu dibutuhkan prakarsa daerah. Hal inilah yang harus dipahami pimpinan daerah di era sekarang ini.
“Karenanya, untuk mencapai target RPJMD pimpinan daerah harus mampu membangun soliditas, membentuk ‘Superteam’ dan bukan menjadi ‘superman’. Kalau superteam diterapkan, maka dalam mengisi jabatan struktural dan jabatan fungsional prinsip the right man on the raight job atau berdasarkan kompetensi dan moralitas wajib diterapkan pimpinan. Bukan berdasarkan kedekatan ataupun keuntungan tertentu. Apabila prinsip-prinsip itu dilaksanakan, maka dari waktu kewaktu kesejahteraan rakyat akan dapat meningkat secara signifikan dan kemiskinan akan berkurang, sebagaimana tujuan berbangsa dan bernegara,” terang Syahrul, yang Penasehat KAHMI Sumut itu.
Disampaikan, dalam melaksanakan program yang dituangkan di RPJMD, untuk pencapaian targetnya seorang pemimpin dalam pelaksanaan program, tidak boleh jama-jama goreng (pegang sana, pegang sini dan pegang situ tetapi tidak ada yang tuntas dan dapat dinilai secara terukur). Juga jangan hanya program yang bersifat rutinitas dan seremonial atau untuk pencitraan saja, tanpa didukung kinerja yang sukses, berhasil dan terukur.
“Ingat! Setiap program harus dapat dinilai secara terukur. Dan yang dikerjakan harus ditujukan meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan. Keberhasilan itu, setiap saat akan dinilai oleh rakyat dan secara berkala akan dinilai oleh lembaga negara yang kompeten untuk itu. Kata lainnya, RPJMD itu adalah panduan bagi seorang kepala daerah dan wakil kepala daerah. Apa yang tertuang di dalamnya, itu harus dimengerti dan dipahami untuk seterusnya diwujudnyatakan. Bukan malah sibuk pada kegiatan yang tidak substansial untuk mencapai target yang tertuang didalam RPJMD,” pesan Syahrul Pasaribu.
Dalam reformasi birokrasi, penerapan teknologi menjadi hal yang wajib. Antara lain melalui program e-Government atau pelayanan berbasis aplikasi. Sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas.
Dimana, pada akhir periode kepemimpinan Syahrul sebagai Bupati Tapsel, telah berhasil menerapkan sistem berbasis digital sebanyak 12 aplikasi dan yang terakhir dalam rangka membantu pelaku UKM dan IKM melauncing e-poken bekerjasama dengan Bank Sumut pada tanggal tanggal 15 Februari 2021 sebagai tindaklanjut penerapan Perbub no.32 tahun 2019 tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi Dilingkungan Pemerintah Tapanuli Selatan.
Tokoh Masyarakat Sumatera Utara yang digelari banyak kalangan sebagai Tokoh Pembangunan Tapanuli Bagian Selatan ini menambahkan, pembangunan yang muara akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka setiap pimpinan harus sering turun ke rakyat dan secara berkala melakukan evaluasi program sehingga pada pelaksanaannya tepat guna, tepat sasaran dan tepat waktu.
Dua periode menjabat Bupati Tapsel (2010-2015 dan 2016-2021), Syahrul mengaku selalu menjadikan rakyat sebagai urat nadi kepemimpinannya. Sampai dengan saat ini, tidak lagi menjabat Bupati, ia selalu berupaya agar senantiasa bermanfaat bagi rakyat dan daerah.
Syahrul Pasaribu yang juga Wakil Ketua Wantim Golkar Sumut itu, mengatakan makna yang dapat diambil dalam rangka memperingati hari Pahlawan ke-77 adalah agar setiap pimpinan menerapkan keteladanan, kejujuran atau tidak munafik, kegigihan dan pantang menyerah dalam situasi atau kondisi apapun agar selalu berbuat untuk rakyat sebagaimana dilakoni pejuang bangsa Indonesia tanggal 10 Nopember 1945 di Kota Surabaya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia.
“Biarlah bumi dan rakyat Tapsel yang menilai, kinerja dua periode kepemimpinan kami. Alhamdulillah wa syukurillah, secara umum semua berjalan sesuai dengan target dan hasilnya sudah sama-sama kita nikmati saat ini,” ujarnya menjawab berbagai pertanyaan dan pernyataan peserta diklat, tentang kepemimpinannya selama Bupati Tapsel.
Kepada pengurus dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Syahrul meminta agar manfaatkan masa muda untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Pertajam diri lewat GMNI yang dikenal sebagai organisasi berwatak nasionalis dan pejuang bercirikan marhaenisme.
“Suatu saat nanti, ini akan sangat berguna. Kalian yang lahir dari pengkaderan ini, akan sangat dibutuhkan bangsa kita lewat pengabdian seperti Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Anggota Legislatif, Pengusaha dan lainnya,” tutup Syahrul.
Ketua DPC GMNI Padang Sidempuan Fikri Haikal Harahap dan Sekretaris Fahmi Yahya Damanik melaporkan, Kaderisasi Tingkat Dasar ini diikuti anggota dari Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan . Mengusung tema ‘Manifestasi Marhaenisme Dalam Semangat Gotong Royong dan Tercapaianya Persatuan Kesatuan’.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 dan menyambut Hari Pahlawan yang ke-77. Kesediaan Bupati Tapsel dua periode, H.Syahrul M. Pasaribu,SH menjadi narasumber KTD ini menjadi satu kebanggaan bagi GMNI. (*)
Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing












