POSMETROMEDAN.com – Arisan online yang menjanjikan keuntungan besar saat ini marak terdapat di masyarakat. Dan, sangat banyak pula yang berujung ke kantor polisi, Polda Sumut menghimbau agar masyarakat berhati – hati bila diajak untuk masuk atau bergabung ke suatu arisan. Apalagi, tidak saling kenal.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan saat ini pihaknya sering menerima laporan tentang arisan yang bermasalah.
“Untuk itu, kami menghimbau agar masyarakat waspada bila ada yang mengajak untuk bergabung ke arisan apapun. Kita waspada la kalau ada yang mengajak masuk arisan online.” Katanya.
Hadi menuturkan terkadang yang mengaku owner arisan memanfaatkan situasi perekonomian saat ini. Apalagi kebutuhan masyarakat. Nah, disitulah warga atau peserta mau bergabung agar mendapatkan keuntungan.
“Jadi, kami himbau agar masyarakat tetap waspada. Berhati-hatila bila ada yang mau mengajak ikut arisan online.” Pungkasnya.
Seperti diketahui, Warga Medan beriniaial Al dan peserta arisan online “Yellow”, lainnya merasa ditipu karena terus merugi oleh ulah owner. Akibatnya, peserta (korban) Mencari keadilan.
Melalui penasihat hukumnya, Robert Pangaribuan menyebutkan, kliennya merasa dirugikan ratusan juta rupiah setelah menjadi peserta arisan “Yelow” yang dikelola pasangan suami istri (pasutri) Mag dan Bet.
“Bukannya untung, tapi klien saya malah rugi menjadi peserta arisan Yellow.” Sebut Robert Pangaribuan kepada wartawan di Medan, Selasa (29/3/2022).
Dijelaskannya, arisan online Yellow tersebut diikuti sekitar 40 peserta (klien). Peserta mendaftar dengan cara mengisi formulir dan mengikat diri kepada ownernya, Mag dan Bet, warga Jalan Perwira Medan.
“Mereka mau ikut karena owner mengatakan arisan tersebut legal (ada ijin) sehingga mereka tertarik.” Katanya.
Dalam praktiknya, sambung Pangaribuan, Bet mengajak kliennya untuk bergabung dan mengajak kawan-kawannya dengan iming-iming bisa menambah penghasilan. Para peserta arisan online dibuat dalam kloter.
“Namun, begitu (giliran) kloternya keluar, si owner langsung mengikutkannya ke kloter selanjutnya,” tuturnya.
Menurutnya, pola atau trik yang dibuat owner membuat kliennya tidak sempat menikmati uang hasil arisan karena harus mengikuti kloter selanjutnya.
“Contohnya, hari ini klien saya di nomor 5 besok ya dia di nomor 25. Jadi, uangnya belum sempat dipegang, sudah harus mengikuti putaran berikutnya. Ya, jadinya merugi terus.” Ucapnya.
Ditambahkannya, ketika pola permainan arisan online seperti itu dipertanyakan kepada owner, tetap disarankan untuk mengikuti putaran berikutnya.
“Ketika ditanya soal uang awal, si owner tetap menyarankan agar mengikuti putaran berikutnya. Begitulah seterusnya sehingga klien saya harus membayar. Saat ini para peserta yang merasa dirugikan sudah menyerahkan kuasanya kepada kami. Kami akan menindaklanjutinya.” Pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan bila ada yang merasa dirugikan silahkan membuat laporan. (*)
Reporter: Oki Budiman
Editor: Maranatha Tobing












