BKKBN Sosialisasi Pendataan Keluarga di Desa Kuala Beringin Labura

oleh

POSMETROMEDAN.com-Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang stunting. Dimana stunting ini mempengaruhi kondisi pada anak yang ditandai pertumbuhan postur badan yang jika dibandingkan dengan umurnya.

Kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

Provinsi Sumtera Utara (Sumut) melakukan sosialisasi pendataan keluarga untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting.

BACA JUGA..  Listrik Padam 20 Jam, Ribuan Pelanggan PLN di Lubuk Pakam Sengsara

Kegiatan ini dilaksakan di Desa Kuala Beringin Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah MPHR. Ia memberikan edukasi tentang penyebab stunting.

“Berbagai faktor penyebabnya misalnya asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR),” tutur Dra Rabiatun.

BACA JUGA..  Langkat Tancap Gas Kelola Sumur Minyak untuk Peningkatan PAD

“Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan,” sambungnya.

Persoalan ini menjadi perhatian khusus Anggota Komisi IX DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay MAg MHum MA.

Ia hadir langsung di kegiatan sosialisasi tersebut, agar target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 dapat tercapai.

BACA JUGA..  Fotonya Rusak dan Kumal Dipajang, Ini Tanggapan Wabup Deli Serdang

Sosialisasi ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan setiap tahun dilakukan pembaharuan data.

Sumatera Utara baru mencapai angka 68,93% dari target (posisi 11 nasional) dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai mendata 100% target keluarganya di tanggal 31 Mei 202.(bbs)