Siswa SMP Lubuk Pakam Tewas Diduga Dibunuh, Orangtua Cari Keadilan Ke Polisi

oleh
Rudi memperlihatkan foto luka diduga bekas bacokan senjata tajam pada jenazah Anaknya

POSMETRO MEDAN – Dengan harapan yang tinggi pada Pihak Kepolisian Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang, Rudi (55) Warga Dusun Ampera Utara Gang Jembatan, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam bersama istri dan kerabatnya menuntut keadilan untuk pengungkapan kematian anak ke 5, Muhamad Ilham (13) Kelas I SMP 4 Lubuk Pakam yang ditemukan tewas didalam parit dekat tembok di Jalan Kebun Sayur, Dusun Pelak, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Minggu 13/4/2025 pagi kemarin.

Rudi yang ditemui dirumahnya, Senin,28/4/2025 menceritakan bahwa ia sudah tiga kali mendatangi kantor Polresta Deli Serdang untuk melaporkan terkait dugaan pembunuhan pada anaknya diduga dilakukan anggota geng motor seusia korban juga.

Rudi dan keluarganya sadar setelah memakamkan anaknya melihat luka luka dikepala korban tidak seperti luka kecelakaan akibat benturan dengan tembok seperti dugaan saat mayat anaknya ditemukan disamping tembok. Tapi luka di kepala korban lebih mirip dengan luka bacokan senjata tajam.

BACA JUGA..  Dari Viral ke Damai, Konflik di Langkat Diselesaikan Lewat Forkopimda

” Ada dua luka sayatan besar di bagian belakang kepala bawah teliga dan bagian tengah kepala tersayat dalam. Itu bukan luka benturan menghantam tembok. Tapi lebih mirip luka bacokan. Dilokasi mayat ditemukan juga tidak ada darah terceceran. Diduga korban tidak tewas ditempat itu. Kami merasa kematian korban tidak wajar bukan akibat kecelakaan tapi kemungkinan dibunuh,” ucap Rudi.

Rudi bersama istrinya menceritakan awal mula korban berangkat dari rumah dan berakhir tewas. Korban pergi dari rumah saat menjelang Magrib Sabtu malam Minggu, pergi alasan mau beli nasi bungkus, tapi sampai lewat Maghrib korban tak pulang.

BACA JUGA..  Begal Sadis Nangis Ditangkap POMAL Kodaeral I

” Kami cari kemana mana, kebetulan hp koran tak dibawanya hingga kami kesulitan mencari. Setelah dicari kesana sini tanya beberapa kawannya tak ada yang tau hingga pada pagi hari kami mendengar ada orang lari pagi jumpa mayat. Saya kesana dan melihat itu mayat anak saya. Saya langsung tak berfikir apapun, tak angkat jenazah anak saya dan bawa pulang,” ungkap Rudi dengan mata berkaca kaca.

Pasca anaknya dikebumikan keluarga melihat kejanggalan kematian korban akibat luka di Kepalanya. Rudi mengaku sudah datang ke Polres tapi SPK mengarahkan ke pihak Satlantas. Sampai disana ia menyampaikan keluhan terkait korban dan satlantas melakukan BAP tapi ia menduga anaknya bukan korban lakalantas melainkan korban tindakan kriminal.

BACA JUGA..  Remaja Putri Tewas Disambar Petir

Pihak keluarga sudah mengebumikan korban. Kasus kematian korban ini menyisakan duka pada keluarganya tak menyangka putranya yang masih sekolah di SMP 4 Negeri Lubuk Pakam ini meninggal dengan cara yang tragis.

Kematian korban memang tampaknya kurang wajar dan pihak keluarga akan memperpanjang kasus ini, bila Polres tak mengusutnya, mereka berencana melaporkan ke Polda Sumut untuk pengungkapan kasus kematian anak mereka yang diduga kuat dibunuh anggota Geng motor. Cerita didapat keluarganya bahwa salah satu orang terduga terlibat atas kematian anaknya sudah diketahui hal itu didukung beberapa informasi sumber yang mereka dapat dari teman teman sekolah korban. ( Wan)

EDITOR : Rahmad