posmetromedan.com – Sempat hilang 10 hari dan dicari hingga keluar kota, pria lansia bernama Adrianus Sinambela (82) justru ditemukan dalam kondisi membusuk di gorong-gorong.
Penemuan pada Kamis (1/8/2024) itu pun menghebohkan warga seputaran Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sigulanggulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.
Penemuan mayat sendiri terjadi secara tak sengaja, di mana warga mencium bau tak sedap dari arah dalam parit sekitar pukul 10.00 WIB. Proses evakuasi pun dilakukan BPBD Pemko Pematangsiantar dan Polres Pematangsiantar. Personel mendapat tantangan karena keberadaan korban berada dalam parit yang tertutup beton.
Proses evakuasi memakan waktu panjang. Banyaknya warga memadati lokasi kejadian menjadi salah faktor penyebabnya. Pembongkaran parit dilakukan oleh BPBD Kota Pematangsiantar sejak pukul 10.30 WIB. Kemudian jasad berhasil dikeluarkan sekitar pukul 14.30 WIB siang.
Selain mengamankan area temuan mayat Adrianus Sinambela, sejumlah polisi juga mencari CCTV rumah warga sekitar yang kemungkinan bisa memberikan visualisasi kejadian bagaimana korban berada di dalam gorong-gorong.
Anak korban, Parlindungan Sinambela dalam kesempatan singkat menjelaskan bahwa benar sosok yang ditemukan di dalam parit itu adalah ayahnya. “Memang ayah sudah hilang sejak 21 Juli 2024,” kata Parlindungan, saat dijumpai di lokasi penemuan mayat.
Parlindungan menerangkan, bahwa selama ini pihak keluarga selalu mencari keberadaan korban, berita orang hilang di sosial media pun sudah sering di upload mereka.
“Sudah lama juga kita buat di sosial media, tapi hari ini lah bapak ketemu,” kata korban kembali.
Dengan suara parau, Parlindungan Sinambela mengaku pasrah usai sang ayah Adrianus Sinambela berhasil ditemukan walau dalam keadaan misterius. Jasad Adrianus ditemukan di dalam parit jalan sekitar 200 meter dari rumah.
Kepada awak media, Parlindungan Sinambela menyampaikan bahwa anggota keluarga sudah mencari sejak tanggal 21 Juli 2024, atau 10 hari yang lalu.
“Terima kasih yang sudah memberitahukan (temuan) ini. Kami pun sudah lelah mencari, mencari dan mencari. Pada detik ini ada Kuasa Tuhan,” kata Parlindungan seusai jasad sang ayah dievakuasi dari gorong-gorong.
Anak kelima Alm Adrianus Sinambela ini mengatakan bahwa pihak keluarga berharap polisi mampu mengungkap peristiwa yang menewaskan sang ayah. “Kami minta tolong teman-teman media semua untuk mengikuti proses ini,” kata Parlindungan.
Menurut penuturan warga bermarga Simanjuntak, sosok Adrianus Sinambela layaknya kakek sepuh pada umumnya. Dengan usia senja, ia tak terlalu aktif bergerak.
“Jadi dia setiap pagi diantar oleh anaknya dan kadang cucunya ke warung kopi, lihat bapak-bapak lain sedang main catur. Beliau ini kan hobi minum kopi di warung sekitar sini,” kata warga.
Korban, kata Simanjuntak selama ini dikenal sering jualan minuman kalau pas ada kebaktian minggu di Gereja HKBP (depan rumah korban). Beliau kerap memakai cincin emasnya dan sering bawa dompet, walau sudah sepuh.
“Bapak ini pakai cincin juga. Nggak tahu juga apa ada motif orang membuatnya seperti ini karena mengincar cincin atau uangnya,” kata Simanjuntak.
Simanjuntak dan warga lainnya menduga kuat bahwa motif kematian Adrianus Sinambela adalah perbuatan kejahatan dari orang dengan motif tertentu.
“Pasti lah ini (dibunuh). Mana mungkin tiba-tiba jasadnya berada di gorong-gorong parit. Apalagi paritnya kering,” kata Simanjuntak.
Sementara itu, Lurah Sigulanggulang Andoharman Saragih membenarkan bahwa korban adalah warganya. Namun karena korban tak terlalu aktif karena sudah tua, tak banyak yang ia tahu aktivitasnya selama ini.
“Iya warga kita. Cuma karena sudah tua itu kan, jadi nggak terlalu sering berinteraksi dengan kita. Tapi kita memang tahu bahwa keberadaan korban selama ini sedang dalam pencarian,” ujar Saragih. (bbs)












